oleh

Server LTSA Macet, CPMI Kecewa! Benarkah Disnaker Lotim Tidak Bayar Tagihan Internet?

banner 300500

 

LTSA Disnaker Lotim tidak optimal berikan layanan terbaik kepada CPMI. Diakui, Disnaker Lotim belum membayar tagihan internet, sehingga server ngadat. CPMI pun kecewa.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Guna mempermudah Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) untuk mendapat informasi tentang ketenagakerjaan, khususnya pelayanan penempatan PMI, Kementerian Tenaga Kerja RI mendirikan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) sejak tahun 2017, tak terkecuali di Lombok Timur.

Selain itu, LTSA dibuka di setiap kantor Dinas Tenaga Kerja pada setiap kabupaten/kota juga dimaksudkan untuk mempermudah pengurusan dokumen CPMI menjadi murah, mudah, cepat dan terpenting untuk mencegah adanya PMI unprosedur yang tidak jarang menjadi korban perdagangan manusia lintas negara (human trafficking, red).

Hal menukik dialami oleh salah seorang CPMI, atas nama Darwan Hadi yang hendak menjadikan PMI ke Korea Selatan. Dia mengaku, sejak dua pekan lalu, ia mengajukan permohonan pengurusan Paspor, namun sampai saat ini masih belum selesai.

“Saya tanyakan ke staf LTSA melakukan WA, tapi dibales servernya lagi eror,” katanya.

Tidak puas sampai di situ, dirinya pun mengaku mendatangi LTSA secara langsung, dan menyatakan para staf begitu ramah dalam memberi pelayanan, sehingga dirinya pun menilai persoalan yang dialaminya merupakan bukti jika pejabat Disnaker Lotim tidak becus dan tidak responsif atas persoalan yang ada.

“Pas saya kesana kemarin katanya lagi eror. Mungkin dia tidak pernah bayar internet,” ucap dia, sehingga dengan jawaban yang diterimanya, ia pun langsung mendatangi Kantor Imigrasi Selong untuk mengurus Paspor, yang akan jadi dalam 4 hari kedepan.

“Mudah-mudahan tidak ada kendala lagi dan selesai 4 hari. Soalnya minggu depan saya sudah harus di Jakarta,” harapnya.

Untuk memastikan informasi itu, media ini mendatangi Disnaker Lombok Timur, untuk mengkonfirmasi langsung pelayanan LTSA kepada CPMI. Ditemui di LTSA, seorang pegawai daerah yang diperbantukan untuk mewakili pihak imigrasi, inisial A membenarkan perihal kendala server yang tidak bisa berfungsi. Pun dikatakan dia, tidak ada eror maupun kerusakan pada server dimaksud.

Meski terlihat tampak ragu dalam memberikan informasi, A akhirnya bersedia menuturkan penyebab jaringan pada server terhenti atau tidak bisa berjalan. Padahal untuk mengirim berkas dokumen pemohon ke pusat harus melalui link khusus yang ada pada LTSA tersebut.

“Kan saya kirain server kita yang bermasalah. Ternyata setelah saya telusuri, kan kita di server terhubung internet, ternyata belum dibayar tagihannya katanya,” aku dia.

Mengetahui hal itu, Azmy kemudian mengarahkan CPMI yang hendak mengurus administrasinya untuk melakukan permohonan paspor langsung ke ULP Imigrasi. Meskipun, jelas dia, link yang dimiliki oleh ULP Imigrasi dengan link yang ada di LTSA berbeda, karena di ULP Imigrasi untuk masyarakat umum.

“Makanya meskipun CPMI yang kemarin akhirnya bisa mengurus langsung di ULP, tapi kan kita disini yang malu sama orang pusat. Karena link khusus untuk TKI ada di sini,” ungkapnya. (Pin)

BERITA TERKAIT