oleh

Ilegal, 12 CPMI Asal Lotim Gagal Berangkat ke Malaysia

banner 300500

12 CPMI ilegal asal Lotim gagal berangkat ke Malaysia dan dipulangkan kembali setelah diamankan oleh BP2MI dan Polda Kepri.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Sebanyak 13 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ilegal asal NTB gagal ke Malaysia, setelah digagalkan oleh personel dari Dit Polairud Polda Kepulauan Riau. Diketahui dari 13 CPMI ilegal itu, 12 orang diantaranya berasal dari Lombok Timur dan satunya lagi merupakan warga Kecamatan Janapria, Lombok Tengah.

Menindaklanjuti itu, Kepala Bidang (Kabid) PPKK Dinas Tenaga Kerja Lotim, Ahmad Wardi, langsung menjemput ke 12 CPMI itu di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok. Melalui sambungan seluler, Wardi menyatakan ke 12 orang itu empat orang berasal dari Kecamata Wanasaba, dua asal Kecamatan Sakra, dua asal Sakra Timur. Sementara CPMI asal Kecamatan Keruak, Kecamatan Labuhan Haji, Kecamatan Sakra Barat dan Kecamatan Terara, masing-masing satu orang CPMI.

“Mereka semua non-prosedural, tanpa melalui Dinas Tenaga Kerja Lombok Timur,” katanya (16/09/2021).

Masih lanjut dia, semua CPMI itu sebelumnya hendak menyebrang dari Batam namun berhasil diamankan dan mereka telah dimintai keterangan dan langsung di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh tim Polda Kepri. Begitu juga setiba di BIZAM, lanjut dia merekak langsung diminta keterangan.

Dikatakan dia, setelah dimintai keterangan, diakui oleh para CPMI ilegal itu bahwa mereka diimingi oleh tekong (calo, red) yang bisa memberangkatkan dan mempekerjakan mereka di negeri jiran, padahal diketahui saat ini otoritas Malaysia memberlakukan lock down.

“Kebetulan tekongnya mereka banyak. Ini semacam jaringan, ada yang kebetulan sudah ada di Malaysia dan ada yang berada di Batam. Rata-rata, mereka mengeluarkan biaya ke tekong Rp 10 juta,” bebernya.

Ia menyebutkan, sesuai Keputusan Direktur Jendral Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, No. 3/1651/PK.02.02/VI/2021, tentang perubahan ke empat atas keputusan Direktur Jendral Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja nomor 3/20888/PK.02.02/VIII/2020 tentang Penempatan Negara Tujuan Penempatan Tertentu Pekerja Migran Indonesia Pada Masa Adaptasi Baru, ada sekitar 53 Negara yang saat ini membuka pintu untuk PMI.

“Malaysia dan negara timur tengah masih belum buka,” terangnya.

Pada kesempatan itu, pihaknya mengimbau masyarakat Lotim yang akan menjadi CPMI, agar tidak tergiur dengan gaji tinggi selama itu diajak secara non prosedural, guna menghindari hal-hal tak diinginkan, dan menyarankan akan lebih baik menjadi CPMI jika secara resmi.

“Selama berangkat secara non prosedural, tidak akan pernah tenang bekerja di negara tujuan. Berbeda jika berangkat secara legal, tentu akan tenang,” tandasnya. (Pin)

BERITA TERKAIT