Disnaker Lotim Pulangkan PMI Ilegal Korban Kapal Tenggelam

Disnaker Lotim fasilitasi pemulangan PMI Ilegal korban kapal tenggelam di perairan Batam

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Pemerintah Daerah Lombok Timur, (Pemda) melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lombok Timur, bekerjasama dengan BP2MI memfasilitasi pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural (ilegal).

Adapun para PMI ilegal yang difasilitasi itu yakni Suardi, Danil, Masrin, Sahman, Yani, dan M Jefri yang merupakan korban kapal tenggelam di perairan Batam beberapa waktu lalu.

Terkait dengan pemulangan itu, Kepala Bidang PPKK, Ahmad Wardi menyebut apa yang dilakukan merupakan wujud perhatian Pemda Lotim terhadap warganya, dan berharap apa yang menimpa para korban menjadi pelajaran bagi masyarakat lainnya untuk menempuh jalur resmi.

“Peristiwa ini harus jadi pelajaran bagi semua agar tidak menempuh jalur non-prosedural, lebih baik melalui jalur resmi,” katanya.

Lebih jauh kata dia, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk mendatangi Kantor Disnaker Lotim untuk berkonsultasi jika ingin menjadi PMI, dan tidak percaya pada iming-iming tekong (sponsor, red), sebab itu adalah inang dari masalah.

“Silahkan datang ke Disnaker bagi masyarakat yang ingin jadi PMI untuk konsultasi, apalagi saat ini kran Malaysia sudah dibuka,” ucapnya.

Lebih jauh lanjut Wardi, menjadi PMI ilegal sangat membahayakan diri sendiri dan pasti tidak tenang dalam bekerja, hal itu harus dipikirkan oleh masyarakat, dari itu ia berpesan untuk menggunakan jalur yang prosedural.

“Menjadi PMI yang prosedural tidak susah, datang ke Disnaker, kami akan bantu,” ucapnya.

Sementara itu salah satu PMI ilegal yang dipulangkan, Sahman Pemda Lotim yang telah membantu kepulangan dirinya, sehingga bisa bertemu dengan keluarganya.

“Kami sangat berterimakasih kepada Pemda Lotim yang begitu peduli kepada kami, walaupun kami masuk ke Malaysia secara ilegal,” ujarnya.

Atas peristiwa naas yang dialaminya, ia berpesan agar masyarakat tidak mudah percaya bujuk rayu oknum-oknum tekong. Bahkan ia berjanji tidak akan pernah menempuh jalur ilegal untuk menjadi PMI.

“Saya trauma jadi PMI ilegal, ini terjadi karena kemarin kebutuhan ekonomi yang mendesak terpaksa mengambil jalan pintas,” tandasnya. (Pin)