oleh

Diadvokasi SBMI, PMI Ilegal Korban Kekerasan Terima Ganti Rugi 100 Juta

banner 300500

 

SBMI Lotim berhasil advokasi korban PMI Ilegal, sehingga pihak penyalur lakukan ganti rugi biaya perawatan korban sebesar Rp 100 juta. SBMI juga berpesan, masyarakat tidak boleh diperdaya oleh calo untuk menjadi PMI Ilegal dengan iming-iming menggiurkan.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Lombok Timur berhasil melakukan advokasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal atas nama Siti Linda Ekayanti yang menjadi korban kekerasan di Arab Saudi, sehingga penyalur (calo, sponsor, red) bersedia dan telah membayar biaya perawatan (ganti rugi, red) sebesar Rp 100 juta kepada korban, yang saat ini masih terbaring sakit di kediamannya di Desa Tebaban, Kecamatan Suralaga.

“Saya ingatkan kepada para calo atau sponsor, jangan sekali-kali kalian menipu masyarakat untuk mau menjadi PMI Ilegal, ada konsekuensi risiko materil, bahkan resiko nyawa saudara kita yang berangkat secara ilegal,” katanya dalam rilis resminya yang diterima oleh media ini, Jumat (12/12/2021).

Masih kata Usman, saat ini Kementerian Ketenagakerjaan RI, masih memberlakukan moratorium pengiriman PMI ke negara Timur Tengah (jazirah Arab, red) yang ditandai dengan terbitnya Permenaker No 260 Tahun 2015 Tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia pada Pengguna Perseorangan.

“Permennya sudah jelas. Jangan tipu daya masyarakat lagi dengan modus dan janji tak masuk akal. Lewat travel umroh, gaji selangit, atau apa mungkin. Itu tidak benar,” imbuhnya.

Dikatakan dia, bagi masyarakat yang ingin mengadu nasib menjadi PMI, saat ini Dinas Tenaga Kerja Lombok Timur telah menyediakan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) yang memuat daftar perusahaan yang telah mendapat rekomendasi, dan negara tujuan yang menerima PMI, di samping juga dia menyeruak kepada calon PMI untuk berkoordinasi dengan Disnaker untuk mendapat pelatihan, agar ketika berangkat CPMI itu memiliki skill di negara tempatan.

“Bagi Calon PMI, tolong koordinasi ke Disnaker, di sana ada fasilitas LTSA. Kami SBMI siap menjembatani, karena kami tidak ingin saudara PMI kami alami musibah di negara tujuan,” tekan Usman yang juga seorang mantan PMI ini. (Pin)

BERITA TERKAIT