oleh

Sempat Heboh Tak Bisa Pulang, Yuli Pilih Kerja Lagi

banner 300500

Kasus PMI perempuan asal Lombok Timur yang heboh tidak bisa pulang dari Abu Dhabi saat ini telah berakhir. Kepastian itu didapat setelah yang bersangkutan meneken surat pernyataan, dan memilih menjadi PMI kembali di negeri rantauan.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Beberapa bulan yang lalu masyarakat Lombok Timur sempat heboh oleh kasus Yuli Handayani, salah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tertahan di Abu Dhabi Uni Emirat Arab (UEA) lantaran kehilangan paspornya. Upaya pemulangan pun dilakukan oleh pihak terkait, baik itu pemerintah melalui Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan NGO semisal SBMI dan lainnya.

Namun terlepas dari usaha itu, diketahui informasi terbaru jika kasus Yuli itu dinyatakan telah berakhir. Malahan penutupan buku kasus itu diklaim dilakukan tidak sepihak, melainkan atas kemauan dari Yuli sendiri.

Kepala Bidang Penempatan Pelatihan Tenaga Kerja (PPTK) Disnaker Lombok Timur, M. Hirsan menuturkan kepastian itu berdasar surat resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) UEA yang menyatakan jika kasus Yuli Handayani dianggap sudah selesai. Sebab bersangkutan telah meneken surat peryataan untuk mengurus kepulangannya.

“Dia (Yuli, red) minta bekerja kembali di sana sambil mencari uang untuk mengurus kepulangannya sendiri. KBRI yang mencarikan pekerjaan,” kata dia, Rabu, (19/05/2021).

Masih kata Hirsan, ia tidak tahu persis bagaimana proses itu terjadi. Intinya pihaknya akan mengirim surat ke keluarga Yuli, guna menindaklanjuti surat yang diterima dari Konjen.

“Kami akan sampaikan kepada keluarga, persoalan Yuli Handayani ini dianggap selesai oleh pemerintah, karena atas dasar dan inisiatif Yuli sendiri untuk mengurus dirinya sendiri dan dibuktikan dengan surat pernyataan yang sudah ditandatangani,” katanya.

Diakui, pihaknya terus berkoordinasi dengan BP2MI. Dari koordinasi itu, didapat informasi jika saat ini Yuli telah berada di KBRI.

Dijelaskan alasan Yuli sebelumnya tidak bisa pulang karena paspor yang dimilikinya hilang, karena disimpan oleh majikan lamanya.

“Kita pastikan paspornya tidak ada pada dirinya. Dengan dasar itulah kepulangan Yuli tertunda,” jelasnya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT