oleh

Karantina PMI Berlanjut Hingga Batas Tak Ditentukan

banner 300500

Proses penjemputan dan karantina PMI oleh Disnaker Lotim terus berlanjut bahkan sampai batas yang tak ditentukan. Hal itu mengacu pada surat edaran dan surat keputusan Ketua Tim Satgas Covid-19 Nasional. Disnaker pun menyambut baik isolasi di tingkat desa, sebab hal itu dianggap lebih efisien dan efektif.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Proses penjemputan dan karantina bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan warga pelaku perjalanan internasional asal Lombok Timur (Lotim) terus dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lotim.

Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja, Disnaker Lotim, Hirsan dalam kesempatan dengan media ini menyatakan hal itu mutlak dilakukan pihaknya, sebab mengacu surat edaran dan dan surat keputusan Ketua Tim Satgas Covid-19 yang keluar per tanggal 9 Februari 2019.

“Telah dikeluarkan Surat Edaran Satgas Covid-19 Nasional No. 8 Tahun 2021 tentang protokol perjalanan internasional pada masa Pandemi Covid-19 dan Surat Keputusan Ketua Tim Satgas Covid-19 Nasional No. 9 Tahun 2021 tentang tempat karantina, isolasi dan kewajiban tes PCR bagi WNI pelaku perjalanan internasional. Itu dasar kita,” katanya di ruang kerjanya, Selasa (02/03/2021).

Sambungnya, berdasarkan dua sumber regulasi itu maka penanganan PMI repatriasi diperpanjang sampai dengan batas yang belum ditentukan.

Atas hal itu kata Hirsan, pihaknya langsung melaporkan ke Bupati, Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, dan langsung direspon tanggap dengan keluarnya Surat dari Sekda terkait dengan perubahan Standar Operasional Prosedur (SOP) penatalaksanaan PMI repatriasi.

“Terakhir kemarin kami mendapat surat dari Sekda terkait dengan SOP, di mana penjemputan tetap akan kami lakukan di bandara, kita data di sana, kemudian langsung kami bawa ke Rusunawa, setelah ada di sana langsung kita koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan RSUD Soedjono untuk dilakukan Rapid antigen,” paparnya.

Masih kata Hirsan PMI itu diinapkan 1 malam di rusunawa, setelah hasil Rapid antigen keluar, jika hasilnya positif maka akan dilakukan penanganan medis, dan apabila negatif maka pihak Satgas Covid-19 desa melakukan penjemputan pagi harinya.

“Jika hasilnya negatif, sesuai dengan surat Sekda, pagi harinya jam 09:00-10:00 WITA akan dilakukan penjemputan oleh Tim Satgas dari desa,” imbuhnya.

Kata Hirsan pihaknya menyambut baik isolasi mandiri di tingkat desa, apalagi berkaca dengan biaya karantina 1.030 PMI yang cukup tinggi setelah karantina dilakukan terpusat di rusunawa.

“Untuk diketahui jumlah PMI yang telah dikarantina dari awal sampai saat ini berjumlah 1.030 orang, memang membutuhkan cost besar dan kerja ekstra, tapi tetap kita lakukan itu karena hukum tertinggi adalah keselamatan masyarakat kita,” tegasnya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT