Ponpes Jihadul Muslimin Gelar Serah Terima Santri Baru

Kegiatan silaturrahmi pendidikan dan serah terima santri baru merupakan kegiatan rutin setiap awal tahun di Pondok Pesantren Jihadul Muslimin Nahdlatul Wathan Batu Pengilik Desa Lando, Kecamatan Terara, Lombok Timur.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Disampaikan oleh Pimpinan Ponpes Jihadul Muslimin, Saparudin, S.Ag., M.Pd.I kegiatan itu dilaksanakan pada tanggal 13 Juli 2022 di halaman Ponpes Jihadul Muslimin yang dihadiri oleh seluruh santri baru beserta wali santri masing-masing.

Sebelum dilaksanakan penyerahan santri baru para calon santri mengikuti beberapa tahapan seperti mengikuti tes tulis, tes baca Al-qur’an dan wawancara kepada calon santri dan wali santri yang dilaksanakan pada tanggal 2-3 Juli 2022 dengan jumlah calon santri baru sebanyak 93 orang.

Pengumuman hasil seleksi pada tanggal 5 Juli dan dinyatakan lulus sebanyak 79 orang. Setelah itu kemudian dilanjutkan dengan daftar ulang mulai tanggal 7-9 Juli 2022.

“Tujuan dari pelaksanaan seleksi ini adalah untuk mendapatkan informasi awal tentang calon santri sehingga dapat dipetakan kemampuan dan motivasi bagi calon santri untuk masuk ke pondok,” jelasnya.

Sambung dia, menjelang usianya yang akan masuk 8 tahun, Ponpes Jihadul Muslimin terus menunjukkan perkembangannya baik secara pisik maupun jumlah santra baru yang masuk setiap tahunnya terus mengalami peningkatan.

Total santri saat ini mencapai 300 orang lebih dengan fasilitas asrama putri 2 lantai dan asrama putra, musholla, gedung belajar putra dan putri.

Dikatakan dia juga, sebaran santri sudah menyasar di berbagai daerah seperti Sumbawa, Dompu, Loteng, Lobar, Kota Mataram, KLU dan juga luar daerah seperti dari Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah dan Bangka Belitung.

Diakui Saparudin, motivasi masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya pada Ponpes Jihadul Muslimin salah satunya dengan program tahfidz yang menjadi program unggulan.

“Tentunya kami sambut baik dan menjadi spirit bagi kami pengurus dan pembina ponpes untuk terus berikhtiar memberikan pelayanan yang terbaik, memberikan bimbingan, binaaan agar apa yang menjadi hajatan dan harapan bagi santri dan wali santri dapat terwujud,” katanya.

Salah satu wali santri yang berasal dari Kalimantan Tengah yang mewakili penyerahan santri baru mengatakan, dirinya mengetahui Ponpes Jihadul Muslimin dari paltform media sosial, dan memantapkan pilihannya karena kegiatan Ponpes yang sangat aktif dan beragam.

“Saya mantapkan niat dengan tulus untuk menyerahkan anak saya dan mewakili 79 walisantri yang baru untuk menyerahkan kepada Pimpinan Pondok Pesantren Jihadul Muslimin untuk dididik, dibina dan dibimbing dengan harapan semoga anak-anak kami menjadi anak yang sholeh dan sholehah dan menjadi menghafal Al-qur’an,” harapnya.

Begitu juga dengan wali santri lainnya, Rosiana Silalahi dari Desa Rembitan Kute, Loteng, ia mengatakan bahwa Ponpes ini dikenal melalui media sosial kemudian ia datang untuk survei sampai dua kali dan memantapkan niat untuk mendaftarkan anaknya di Ponpes itu.

Acara itu dirangkai juga dengan pengajian, TGH Abdul Hakim Assyaulati yang mengupas tentang pentingnya pendidikan bagi anak, pentingnya do’a orang tua dan memberikan motivasi bagi santri dan wali santri agar betul-betul ikhlas untuk menyerahkan anaknya lahir dan batin. (Pin)