oleh

Malaysia Berlakukan Repatriasi, Disnaker Lotim Harap PMI Ilegal Urus Kepulangan

banner 300500

Disnaker Lotim saat ini tengah fokus untuk memfasilitasi pemulangan PMI yang terjaring repatriasi Pemerintah Malaysia. Fasilitas karantina di Lotim akan mulai beroperasi 21 Januari. Dinas pun berharap PMI Lotim ilegal yang masih di Malaysia untuk memanfaatkan repatriasi untuk segera mengurus kepulangan.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lombok Timur (Lotim) saat ini tengah melakukan proses pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terdampak program repatriasi (pemutihan) oleh Pemerintah Malaysia.

Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja M. Hirsan S.AP, dalam kesempatan wawancara dengan media ini mengungkapkan program repatriasi yang dilakukan pemerintah negeri jiran mulai berlaku dari tanggal 2 hingga 30 Januari 2021.

“Kita saat ini tengah fokus untuk memulangkan PMI kita dari Malaysia, karena saat ini Pemerintah Malaysia melakukan repatriasi, sehingga pemulangan itu dari tanggal 2 sampai 30 Januari,” katanya, Selasa (19/01/2021).

Dikatakan Hirsan, sejauh ini pihaknya sudah memfasilitasi kepulangan 355 PMI di mana lebih banyak yang berstatus ilegal, dirinya memastikan jumlah itu akan bertambah sampai akhir masa repatriasi 30 Januari mendatang

“Total PMI yang direpatriasi tidak bisa kita pastikan, tapi berdasarkan data yang kita dapatkan dari tanggal 2 sampai 16 Januari terdapat 355 orang PMI kita, dari 784 PMI di NTB, tapi saya pastikan bertambah kalo melihat masa waktu yang ada ini,” imbuhnya.

Lanjutnya, prediksi jumlah tersebut belum termasuk jika masa repatriasi diperpanjang oleh Pemerintah Malaysia, tapi pada prinsipnya jelas Hirsan, pihaknya dan Pemda Lotim tetap akan memfasilitasi semua pemulangan PMI yang berasal dari Lotim.

Hirsan juga mengatakan PMI yang dipulangkan itu, terlebih dahulu melalui proses karantina di Asrama Haji Provinsi NTB selama 5 hari, kemudian selanjutnya akan dijemput oleh tim Disnaker Lotim.

“Berdasarkan surat edaran dari Satgas Covid-19, semua pemulangan dari luar negeri harus dikarantina. Seharusnya masing-masing kabupaten/kota melakukan karantina, tapi karena mendadak kami tidak siap, sehingga pemprov langsung bergerak untuk menempatkan mereka di asrama haji,” terangnya.

Ditanyakan tentang kesiapan Pemda Lotim sendiri untuk menyediakan fasilitas karantina, ia menegaskan jika pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan bupati dan dinas terkait, di mana diputuskan jika mulai tanggal 21 Januari Rusunawa Labuhan Lombok akan dijadikan tempat karantina.

“Kita sudah rapat koordinasi dengan
Pak Bupati, Sekda Kadisnaker, Dinsos, Perkim, Perhubungan, dan Satpol-PP hasilnya kita sudah siap untuk fasilitas karantina berupa Rusunawa di Labuan Lombok dan akan mulai bisa dipergunakan Hari Kamis besok tanggal 21 Januari,” tegasnya.

Dirinya juga berharap kepada PMI Lotim yang saat ini masih berada di Malaysia untuk segera menghubungi KBRI dan KJRI guna memanfaatkan masa repatriasi ini untuk segera pulang, dengan syarat menyediakan biaya tes swab dan tiket pulang

“Saya berharap bagi masyarakat kita di Malaysia jangan takut, silahkan datangi KBRI atau KJRI untuk pemulangan, baik PMI ilegal atau legal, tinggal siapkan dana untuk swab dan tiket kepulangan maka akan dibantu, tidak ada sanksi hukum, saya harap masyarakat kita di sana untuk memanfaatkan masa repatriasi ini,” harapnya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT