oleh

Soal BPNT! BRI Selong Sanggupi Ancaman Pemda Lotim

banner 300500

Pemda Lotim mengancam BRI selaku bank penyalur Program BPNT untuk menuntaskan temuan Ombudsman hingga batas waktu yang telah ditentukan. Jika tidak mampu maka kerjasama akan diputus. Pihak BRI pun menyanggupi hal itu. Dari itu BRI berpesan kepada agen e-warong untuk mentaati Pedum dan Permensos 20 dan berjanji akan menuntaskan persoalan yang ada.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Bank BRI Cabang Selong melakukan rapat evaluasi dan sosialisasi penyaluran program sembako di Lombok Timur yang ditujukan kepada seluruh agen e-warong BRI dalam program Bantuan Sosial Pangan (BSP) yang lebih populer disebut Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Acara itu dihadiri juga oleh pimpinan Cabang BRI Selong, Aroef Sarifudin, Sekretaris Daerah (Sekda), Juaini Taofik, Kepala Dinas Sosial Lotim, Bq. Farida Apriani.

Mewakili Bupati Sukiman, Sekda Juaini Taofik dalam kesempatan itu menegaskan, Pemda Lotim pada prinsipnya terkait dengan program BPNT akan mengacu kembali pada Pedoman Umum (Pedum) yang diatur di Permensos Nomor 20 Tahun 2019 tentang penyaluran BPNT.

“Maka yang menjadi tolak ukur kita adalah Pedum, seperti yang diatur di Permensos 20,” katanya di Gedung Wanita, Rabu (24/02/2021).

Lanjutnya, menindaklanjuti hasil temuan Ombudsman RI Perwakilan NTB terkait pelaksanaan program itu, yang kemudian ditindaklanjuti dengan rapat evaluasi beberapa waktu yang dihadiri pihak BRI, maka Bupati tetap pada kesimpulan jika memberi waktu hingga 15 Maret bagi BRI untuk melakukan pembenahan.

“Sudah ada penilaian kita dari Ombudsman terkait BPNT di Lotim.
Bupati berpesan, beliau tegak lurus memegang janji Pinca BRI untuk memperbaiki bank penyalur sampai tanggal 15 Maret. Jika tidak bisa dibenahi sampai itu, maka kerjasama akan diputus,” tegasnya.

Sementara itu, Kadis Sosial Lotim, Farida menyatakan ia tidak ingin lagi mendengar terdapat agen e-warong yang tidak menjual sembako, dan jika itu ditemukan maka pihaknya akan mengusulkan ke BRI agar statusnya menjadi agen dicabut oleh BRI.

“Keinginan dari Pedum adalah bapak ibu beraktivitas seperti warung biasanya. Jangan ada lagi toko bangunan jadi agen e-warong. Jika ada, kami akan usulkan untuk agar agen itu diganti ke BRI,” cetusnya.

Setali tiga uang dengan pernyataan Sekda dan Kadis Sosial Lotim, pimpinan BRI Cabang Selong, Aroef Sarifudin juga menyatakan hal yang senada di depan 413 agen e-warong yang hadir dalam kegiatan itu.

Aroef dengan tegas menyatakan, jika pihaknya tidak mampu membenahi temuan Ombudsman, yang kemudian diberikan waktu hingga 15 Maret kedepan untuk mengatasi persoalan sesuai dengan temuan itu, maka ia menyatakan siap atas konsekuensinya.

“Jika sampai 15 Maret kita tidak bisa berbenah, maka kita akan siap mencabut agen kami,” serunya.

Dia juga menilai, semestinya agen e-warong tidak boleh ber-PKs dengan suplier. Sebab katanya yang mesti ber-PKs dengan suplier itu adalah BRI selaku bank penyalur, tapi itu pun tidak dilakukan pihaknya.

“Seharusnya yang ber-PKs adalah kami dengan suplier, tapi kami tidak ingin melakukan itu. Agar bapak dan ibu bebas membeli dengan siapapun. Tidak boleh ada PKS agen dengan suplier, mulai sekarang tidak boleh itu,” tegasnya sembari meneruskan jika aturan dalam program itu hanya Pedum dan Permensos 20 di hadapan para agen yang hadir.

Sambungya, agen e-warong tidak boleh melakukan pemaketan, menentukan waktu dan jenis bantuan dan tidak boleh menarik tarif jasa Brilink dan berjanji akan menambah jumlah agen e-warong.

“Kami kekurangan 222 e-warong dan kami akan tambah lagi, dari yang ada 413 saat ini,” ungkapnya.

Dari itu, Aroef juga menyeru jika pihaknya siap untuk melindungi agen e-warong dan berpesan agar para agen tidak mendengar bisikan siapapun kecuali dari pihaknya selaku bank penyalur.

“Kami juga akan melindungi agen e-warong kami, bapak ibu hanya mendengar kami BRI, jangan yang lain,” tutupnya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT