oleh

Bahan Bakar Kayu Tak Ramah Lingkungan, Agro Selaparang Siapkan Cangkang

banner 300500

PD. Agro Selaparang jalin kerjasama dengan beberapa perusahaan besar tembakau virginia di 2021. Nantinya Agro akan menjadi distributor bahan bakar alternatif. Sebab penggunaan kayu sebagai bahan bakar omprongan oleh petani selama ini, mengancam ekosistem lingkungan, dan tidak efisien terhadap biaya produksi.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Perusahan Daerah (PD) Agro Selaparang terus berinovasi dalam mengembangkan bidang usahanya. Di tahun 2021 Agro Selaparang telah bekerjasama dengan beberapa perusahaan tembakau virginia untuk menyuplai kebutuhan bahan bakar alternatif bagi petani tembakau binaan.

Dijelaskan Direktur Utama, PD. Agro Selaparang, Sukirman, saat ini tidak lebih 10 ribu oven tembakau milik petani masih menggunakan bahan bakar kayu. Tentu hal itu akan berdampak buruk terhadap ekosistem alam,

“Hitungan kasarnya saat ini ada lebih dari 10 ribu oven tembakau. Jumlah itu kalikan dengan sekian truk kayu per sekali produksi (pengeringan), tentu itu sangat berbahaya bagi lingkungan. Itu alasan utama pemerintah kita untuk beralih dari kayu,” katanya, Selasa (23/02/2021).

Lanjutnya, selain alasan lingkungan, alasan lain yang menjadi pertimbangan utama pemerintah untuk mengalihkan penggunaan bahan bakar kayu ke cangkang kemiri dan sawit adalah efisiensi biaya produksi. Sebab dipastikan harga per truk kayu akan mengalami kenaikan.

“Keuntungannya harga lebih terjangkau, untuk mendapatkan cangkang ini tidak sulit, kemudian dia praktis,” tukasnya.

Menindaklanjuti itu, pihaknya selaku pimpinan PD yang diperintahkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Lotim untuk memastikan ketersediaan bahan bakar alternatif bagi petani tembakau di Lotim telah melakukan terobosan, termasuk menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan besar.

“Kita sudah berkerjasama dengan PT. Bentoel, Djarum, Gudang Garam dan IDS. Tapi hanya Bentoel yang menggunakan skema tender, ya kita ikuti. Minggu ini keluar hasilnya, dan kita menjadi distributor cangkang kemiri dan sawit bagi petani binaannya,” cetusnya.

Diterangkannya untuk PT. Bentoel saja, kebutuhan cangkang kemiri 1500 ton, dan untuk cangkang sawit 4000 ton. Dari itu pihaknya telah merampungkan segala bentuk perizinan untuk mendatangkan barang tersebut dari NTT dan Kalimantan.

“Cangkang kemiri 1500 ton kita datangkan dari NTT, dan cangkang sawit 4000 ton dari Kalimantan. Kita prioritaskan kemiri, karena di gudang sekitar 500 ton sudah ada, kita juga sudah ada perizinan untuk pengiriman dan kapalnya di Pol-Airud,” terangnya.

Diungkapkan Sukirman, kebutuhan biaya untuk mendatangkan total 5500 ton bahan bakar alternatif itu sebesar Rp. 5 M, sementara kemampuan Agro Selaparang hanya berkisar Rp. 1,2 M. Mensiasati itu, pihaknya bekerjasama dengan UD. Wira sehingga bisa optimal dalam usaha itu.

“Kita siapkan 1,2 M, tapi kebutuhannya 5 M, tapi alhamdulilah dengan kita kerjasama dengan UD. Wira maka kita bisa terbantu,” urainya.

Atas kenyataan itu, untuk menambah produktifitas, ia berharap di APBD-Perubahan Agro Selaparang bisa mendapatkan alokasi penyertaan modal, karena diakuinya di anggaran induk 2021, PD yang dipimpinnya tidak dialokasikan.

“Kita juga berharap di anggaran perubahan kita mendapatkan penyertaan modal, karena di anggaran induk tidak ada,” pungkasnya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT