Siap Jadi Rumah Sakit Rujukan Regional, RSUD Soedjono Lakukan Pembenahan

Setelah ditetapkan menjadi rumah sakit tipe B, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Soedjono Selong terus berbenah untuk meningkatkan fasilitas dan kualitas layanan guna menjadi rumah sakit rujukan regional di Provinsi NTB.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Direktur RSUD Soedjono, dr. H. Tantowi Jauhari menegaskan untuk menjadi rumah sakit rujukan regional, RSUD Soedjono sangat layak, sebab memenuhi semua kriteria yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

“Kita sangat siap, dan memang mesti diprioritaskan. Karena sebelum Kemenkes mendorong setiap daerah memiliki layanan kesehatan unggulan, kita sudah mengantisipasinya, dengan menjadi RSUD tipe B,” katanya, Rabu (24/8/2022).

Masih kata dr Tantowi, untuk mendukung RSUD Soedjono menjadi rumah sakit rujukan regional, saat ini pihaknya tengah meningkatkan kualitas peralatan, utamanya untuk mendukung dilakukannya tindakan medis pada penyakit kronis dan penyakit yang butuh penanganan cepat (emergency, darurat-red).

“Seperti penanganan bedah jantung, bedah saraf, bedah plastik, spesialis jantung dan neurologi, lalu penanganan penyakit kronis semisal gagal ginjal, diabetes, dan kanker telah tersedia di RSUD Soedjono,” jelasnya.

Dari itu kata dia, pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan kualitas peralatan dan layanan medis, sehingga dalam rangka itu RSUD Soedjono saat ini tengah diampu oleh Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Jakarta untuk penanganan bedah otak, serta diampu oleh Rumah Sakit Saiful Anwar Malang untuk bedah jantung.

“Dalam rangka itu, kita sudah memberangkatkan Nakes kita untuk ikuti pelatihan ICU khusus jantung dan triedmield, sehingga kita layak menjadi rujukan jantung. Artinya di samping peralatan medis kita memadai, ditopang juga oleh SDM mempuni,” sebutnya.

Masih sambung Tantowi, di tahun 2023, Kemenkes RI juga akan menggelontorkan Dana Alokasi Khusus (DAK) kepada RSUD Soedjono, yang akan difokuskan untuk pengadaan alat kesehatan termutakhir untuk mendukung layanan UGD yang baru saja rampung dibangun.

“Kita harus punya fasilitas dan alat kesehatan yang memadai, mengingat UGD kita juga saat ini baru. Salah alat yang akan diadakan yaitu CT Scand 128 slice, kemudian alat cardio intervensi dan neuro intervensi,” bebernya.

Dengan adanya peralatan medis itu, kata Tantowi maka penanganan pasien yang membutuhkan kecepatan untuk mendapat pertolongan di masa krisis (golden periode, red) seperti padapenanganan jantung, stroke dan penyumbatan pembuluh darah bisa lakukan cepat tanpa harus dirujuk.

“Kalau kita sudah punya alat itu, maka banyak nyawa yang bisa tertolong. Karena kalau misal dirujuk ke Mataram atau mungkin Sanglah, golden periode pasien akan habis dan nyawanya terancam,” tandasnya. (Pin)