oleh

Optimis Capai PAD, DPMPTSP Lotim Andalkan IMB dan Kondusifitas Daerah

banner 300500

DPMPTSP Lotim optimis bisa mencapai target PAD di 2021. Dari tiga sumber PAD, retribusi IMB paling potensial. Terlepas dari itu, dinas berharap masyarakat dapat menjaga kondusifitas untuk menjamin iklim investasi di Lotim.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lombok Timur (Lotim), Muksin optimis bisa merealisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dibebankan di tahun 2021 dengan mengoptimalkan 3 sumber retribusi yang ada,

“Target PAD tahun 2021 ini adalah 5,5 M, meningkat 3 kali lipat. Tapi kita optimis. Ada 3 sumber PAD kita, pertama IMB, perpanjangan izin operasional tambak udang dan izin trayek angkutan umum,” katanya di ruang kerja, Selasa (23/02/2021).

Ia menegaskan, pihaknya telah melakukan pemetaan terkait sumber mana yang paling memungkinkan untuk dioptimalkan dalam realisasi PAD, yaitu retribusi IMB, apalagi setelah Bupati mengeluarkan Surat Edaran kepada seluruh ASN di Lotim untuk mengurus IMB.

“Kemarin sudah ada Surat Edaran Bupati, khusus kepada ASN untuk segera menyelesaikan IMB dan itu bagus untuk mendongkrak capaian PAD. Jumlah ASN di Lotim ini belasan biru. 8 ribu saja mengurus IMB maka itu lumayan berkontribusi untuk pembangunan daerah,” ujarnya.

Selain IMB, sumber potensial PAD kedua tegas Muksin adalah perpanjangan dan penerbitan izin operasional tambak udang.

“Setelah itu kita bidik tambak udang, karena minat investor untuk tambak udang ini cukup tinggi untuk di 2021. Saat ini saja sudah ada belasan investor yang sudah mendekat, dan masing-masing rata-ratanya itu belasan hektar, dan itu cukup lumayan untuk capaian PAD,” bebernya.

Sementara untuk sumber ketiga, yakni dari retribusi trayek angkutan umum katanya kurang optimal, sebab kondisi saat ini sangat tidak memungkinkan target dari itu tercapai. “Trayek dari angkutan umum saat ini lesu,” cetusnya.

Untuk mengoptimalkan proses realisasi PAD itu, ia berharap agar masyarakat secara umum bersama-sama dalam mewujudkan kondusifitas daerah, sebab Lotim secara teknis terkategori zona hijau untuk investasi.

“Kita membutuhkan kondusifitas dan kenyamanan dan kepastian hukum bagi para investor. Itu yang harus kita pastikan bersama, apalagi tahun ini adalah momentum besar bagi sektor pariwisata, kita dengan adanya MotoGP,” tutupnya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT