oleh

Lomba Desa Jilid ll, Cara Jitu Pemda Lotim Perang Lawan Covid-19

banner 300500

Tingkatkan partisipasi bersama dalam penanggulangan Pandemi Covid-19, Pemda Lotim akan menggelar Lomba Desa jilid ll. Indikator penilaian utama dalam lomba itu adalah implementasi Permendagri No. 3 Tahun 2021, selain itu, penyaluran BLT-DD akan menjadi nilai tambah bagi setiap desa dalam kompetisi itu.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur (Lotim) akan kembali menggelar Lomba Desa jilid ll. Kompetisi antar semua desa di Gumi Patuh Karya itu sendiri akan mulai dilaksanakan pada tanggal 08 Maret mendatang.

Sekertaris Daerah (Sekda) Lotim. Drs. HM. Juani Taofik yang didaulat menjadi ketua panitia, dalam konfrensi pers bersama awak media di ruang kerjanya menyatakan jika indikator penilaian Lomba Desa jilid ll tidak hanya penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19, tapi lebih ke arah implementasi Permendagri No. 3 Tahun 2021 tentang pembatasan kegiatan masyarakat berskala mikro.

“Pada Lomba Desa tahun ini ada indikator penilaian tambahan, dan tambahannya ini nilainya sama,” kata Taofik (1/03/2021).

Sambung Taofik di pagelaran Lomba Desa jilid l terdapat tiga indikator yang menjadi tolak ukur yaitu indikator pemerintahan, kewilayahan dan kemasyarakatan, namun di jilid ll terdapat tambahan.

Masih terang Taofik, indikator penilaian Lomba Desa jilid ll ini secara otomatis juga akan menjadi indikator penilaian di tingkat provinsi. Sebab prinsipnya sama, yakni implementasi Permendagri No. 3 Tahun 2021 secara optimal di tingkat desa.

“Misal dari sisi anggaran apakah desa sudah menganggarkan 8 persen APBDes-nya untuk penanggulangan Covid-19, seperti penyiapan rumah isolasi, pembentukan Satgas Covid-19 tingkat desa, dan lainnya,” ujarnya.

Terkait dengan adanya ruang isolasi di setiap desa, kata Taofik hal itu akan sangat membantu dalam proses penanggulangan Pandemi Covid-19. Apalagi diketahui bersama, saat ini Pemda Lotim melakukan karantina bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru pulang di Rusunawa selama 5 hari. Tentunya jika ruang isolasi telah tersedia di desa, PMI itu akan dikarantina di desa.

“Jadi PMI yang pulang kita jemput di bandara, kemudian kita isolasi di Rusunawa selama satu malam, kemudian kita rafid antigen. Nanti Satgas Covid desa yang akan menjemputnya untuk diisolasi di desa masing-masing,” ucapnya.

Secara otomatis kata Taofik, pola itu akan lebih efektif dan efisien, terutama terkait anggaran, karena ada perubahan SOP, yang sebelumnya terkonsentrasi di Rusunawa, kemudian dilakukan di setiap desa, dan tegasnya, skema itu akan membuktikan jika setiap lapisan memiliki peran dalam perang melawan Covid-19.

“Kalau kita tidak bersinergi antara Pemda dan Pemdes, semuanya bisa menjadi mahal. Bayangkan selama lima hari isolasi, untuk dapur umum biayanya cukup besar,” bebernya.

Untuk diketahui juga, selain 2 indikator penilaian utama itu. Terdapat indikator penilaian tambahan juga dalam Lomba Desa jilid ll, yaitu Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) bagi masyarakat,” serunya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT