oleh

Dikbud Lotim Serahkan 6.338 SK Bagi Guru Honorer

banner 300500

Dinas Dikbud Lombok Timur telah menyerahkan 6.338 SK kepada guru honorer. Dari total jumlah penerima SK itu, sumber pembayarannya dari dana Bos dan APBD. Ditegaskan juga, saat ini Lombok Timur masih alami kekurangan guru pada beberapa mata pelajaran, baik di tingkat SD dan SMP.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan (PK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, H. Alimuddin dalam kesempatan wawancara dengan media ini menyatakan jika pihaknya telah menyerahkan Surat Keputusan (SK) Bupati Lombok Timur kepada 6.338 orang guru honorer.

“Guru honorer yang mampu kita cover di sekolah negeri di 2021 yaitu 6.338 orang, itulah jumlah SK yang sudah kita berikan tadi,” katanya di ruang kerja, Kamis (15/04/2021).

Lanjutnya, dari 6.338 guru honorer penerima SK bupati itu, jumlah guru honorer yang sanggup dibayar oleh daerah sejumlah 2.028 orang, dengan pos anggaran APBD sejumlah Rp.23 M, sedangkan sisanya 4.310 orang dibayar melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan syarat telah memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).

“Juklak dan Juknis BOS itu diperolehkan untuk gaji guru 50 Persen, tapi kita batasi 30 Persen saja, karena kebutuhan sarana dan prasarana juga sangat mendesak bagi sekolah,” ucapnya.

Sekalipun terdapat 2 sumber pembayaran yang berbeda, Alimuddin menjamin tidak ada perbedaan jumlah pembayaran gaji yang akan diterima oleh guru penerima SK, sebab katanya besaran gaji itu didasarkan pada masa kerja yang telah ditentukan berdasarkan SK Bupati Sukiman.

“Seperti masa kerja 0-5 tahun Rp. 400 ribu dan 6-10 tahun Rp. 600 ribu,” bebernya.

Diakuinya juga, Lombok Timur pada dasarnya saat ini mengalami kekurangan guru, sebab terangnya, jumlah guru status ASN yang purna tugas setiap tahun tidak sebanding dengan jumlah pengangkatan.

“Kita alami kekurangan guru, seperti contoh tahun ini akan ada 500 lebih guru yang akan pensiun,” sebutnya.

Adapun guru yang kurang saat ini dijelaskannya seperti untuk tingkat SD, semisal Guru Kelas, Agama dan Olahraga. Sedangkan untuk tingkat SMP, terjadi kekurangan untuk Guru PKWN, Olahraga, Agama, Seni dan Pra Karya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT