Edwin Hadiwijaya Ambil Alih PMI Lombok Timur, Janji Bawa Perubahan Total!

Lombok Timur, Corongrakyat.co.id — Wakil Bupati Lombok Timur, Ir. H. Edwin Hadiwijaya, resmi terpilih sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lombok Timur periode 2025–2030. Keputusan ini diambil melalui Sidang Pleno VI pada Musyawarah Kabupaten (Muskab) VIII PMI Lombok Timur yang digelar di Auditorium PMI Lombok Timur, Kamis (30/08/2025).

Edwin terpilih secara aklamasi setelah Ketua PMI periode 2020–2025, H. Abdul Hafiz, S.Sos, menyatakan tidak mencalonkan diri kembali. Keputusan H. Abdul Hafiz membuka jalan bagi Edwin untuk memimpin PMI Lombok Timur tanpa ada pesaing.

Sidang pleno Muskab VIII dipimpin langsung oleh H. Abdul Hafiz, didampingi Hj. Sulasni Wahidah Z., S.Pd, dan Kamaruzzaman, S.Pd.I. Forum yang dihadiri oleh puluhan pengurus PMI Lombok Timur, PK PMI, relawan, dan perwakilan dari PMI Provinsi NTB ini berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan.

Dalam pidato perdananya sebagai ketua terpilih, Edwin Hadiwijaya menegaskan komitmennya untuk membawa PMI Lombok Timur lebih maju, profesional, dan mandiri. Menurutnya, PMI tidak boleh hanya bergantung pada bantuan pemerintah atau donasi, melainkan harus membangun kemandirian ekonomi melalui inovasi pelayanan.

“Ke depan, PMI Lombok Timur harus berdiri di atas kaki sendiri. Kita akan menghidupkan kembali klinik PMI yang ada dan mendirikan apotek sebagai salah satu sumber pembiayaan sekaligus bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat,” tegas Edwin, disambut tepuk tangan meriah peserta Muskab.

Edwin juga menyoroti pentingnya sinergi antara PMI dengan rumah sakit besar di Lombok Timur, terutama terkait penyediaan dan pelayanan transfusi darah.

“Kami akan memperkuat kerja sama dengan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan rumah sakit lainnya agar pelayanan transfusi darah berjalan lebih cepat, aman, dan mudah diakses,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, para peserta Muskab menyatakan dukungan penuh terhadap visi besar Edwin. Menurut mereka, langkah-langkah strategis yang ditawarkan ketua baru ini diharapkan dapat menjadikan PMI Lombok Timur lebih tanggap dalam situasi darurat, baik bencana alam maupun krisis kesehatan.

Edwin menambahkan, PMI Lombok Timur juga akan memperkuat pembinaan relawan dan meningkatkan kualitas SDM agar siap siaga menghadapi berbagai situasi kemanusiaan.

“PMI bukan hanya tentang donor darah. Kita bicara soal kemanusiaan, penanggulangan bencana, dan pelayanan kesehatan. Saya ingin semua relawan dibekali kemampuan yang mumpuni, siap diterjunkan kapan saja dibutuhkan,” tegasnya.

Muskab VIII PMI Lombok Timur ini dinilai sebagai titik balik dalam perjalanan organisasi kemanusiaan tersebut. Dengan kepemimpinan baru di bawah Edwin Hadiwijaya, PMI diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat jaringan kerja sama dengan pemerintah daerah, rumah sakit, dan berbagai pihak terkait.

Momentum ini juga menjadi simbol regenerasi kepemimpinan di tubuh PMI Lombok Timur. Ke depan, organisasi ini diharapkan tidak hanya hadir ketika bencana terjadi, tetapi juga aktif memberikan layanan kesehatan preventif dan mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya donor darah.

Dengan dukungan pengurus, relawan, dan masyarakat, Edwin optimistis PMI Lombok Timur dapat menjadi organisasi kemanusiaan yang modern, mandiri, dan terpercaya. (CR-Max)