oleh

Kabur dari Negeri Jiran, Seorang PMI asal Lotim Dirawat di RS Surabaya

banner 300500

 

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Lombok Timur berharap Pemda kabupaten Lombok Timur harus hadir membantu pembiayaan dan perawatan korban dan pihak sponsor diproses secara hukum karena telah mengirim PMI secara ilegal.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id-Salah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) atas nama Amaniah (36) jenis kelamin perempuan asal Dusun Mendana, Desa Mendana, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur diketahui mengalami sakit ketika hendak melanjutkan perjalanan dari Surabaya ke Lombok dan saat ini masih dirawat di salah satu Rumah sakit di Surabaya.

Menanggapi hal tersebut pihak Disnaker Lombok Timur dan SBMI Lombok Timur gerak cepat mengunjungi Keluarga korban untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Ketua SBMI Lombok Timur Usman menuturkan, menurut keterangan dari keluarga korban bahwa, Maniah seorag PMI yang bernasib malang di negara malaysia. Maniah di bawa ke malaysia oleh sponsor asal Desa Sepapan, Kecamatan Jerowaru pada akhir tahun 2017 lalu. Sampai di Malaysia dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga, namun selama bekerja korban sering disiksa dan pembayaran gajinya tidak sesuai sehingga mengalami sakit parah.

“Itu sebabnya Korban lari dari rumah majikanya karena tidak tahan di siksa dan pukul oleh majikan nya selama di sana dan dibantu oleh orang Indonesia juga utuk diuruskan SPLP untuk pulang setelah di surabaya PMI tersebut di rawat di rumah sakit jiwa hingga saat ini,” Ujar Usman ketika berkunjung ke rumah keluarga korban 01/09/2021.

Masih kata Usaman, Karena kondisi nya belum membaik perlu penanganan lebih serius agar cepat kondisinya cepat membaik.

Adapun upaya-upaya yang sudah dilakukan pihak SBMI adalah membantu mengkoordinasikan dengan pihak BP2MI wilayah provinsi NTB dan Disnakertransmigrasi Lombok Timur.

“Kami juga sudah mintakan bantuan ke Baznas Lombok Timur dan Baznas provinsi NTB, namun belum di berikan.
Termasuk dinas sosial kabupaten Lombok Timur dan dinas sosial provinsi NTB agar segera di bantu pembiayaan perawatan di Rumah Sakit dan biaya pemulangannya,”Imbuhnya.

Usman berharap, Pemda kabupaten Lombok Timur harus hadir untuk segera membantu pembiayaan dan perawatan di Rumah tersebut dan berharap pihak sponsor tersebut diproses secara hukum karena telah mengirim PMI tersebut secara ilegal. (Cr-Wenk).

BERITA TERKAIT