Woow, Desa Terpencil Lotim Akan Segera Terkoneksi Internet

Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominfo dan Persandian) Lombok Timur (Lotim) targetkan program Desa Pintar segera rampung. Dan seluruh desa di Lotim terakses internet.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Lotim, Ahmad Masfu tegaskan progam Desa Pintar akan segera rampung. Itu ditandai dengan selesainya pengerjaan fasilitas utama berupa tower di 28 titik, serta pemasangan akses points yang terus dikebut di 254 desa dan kelurahan oleh pihak rekanan.

“Alhamdulillah 28 tower itu sudah rampung, kemarin terakhir di Pusuk Sembalun, sekarang tinggal pemasangan akses poin di 254 desa ditambah satu dusun per desa, oleh PT. Pelangi Surya Persada,” katanya, Jum’at (02/10/2020).

Sesuai perencanaan dan jadwal yang telah ditetapkan. Launching program ini akan dilakukan pada 28 Oktober mendatang, bersamaan dengan peringatan hari sumpah pemuda. Direncanakan juga launching program ini akan diliput oleh media internasional.

“Sesuai dengan jadwal, kita akan launching pada tanggal 28 Oktober, bertepatan dengan hari sumpah pemuda. Nanti kita akan mengundang media internasional, nasional dan lokal untuk meliput launching karena ini yang pertama di Indonesia bagian timur,” sebutnya.

Masfu menegaskan, disaat acara launching, pihaknya akan melakukan streaming langsung dari 100 desa terluar di Lotim. Itu dilakukan untuk membuktikan jika program ini sudah berjalan.

“Nanti saat launching kita akan streaming langsung dengan 100 desa, yang letaknya terluar dan ekstream untuk membuktikan jika program ini sudah on,” tegasnya.

Seusai launching, Masfu menjanjikan akan menggratiskan progam ini selama 1 bulan, untuk mengevaluasinya, baik secara teknis ataupun penyesuaian harga dari voucer Lotim-net.

“Setelah launching kita akan gratiskan selama 1 bulan, kita evaluasi apa kurangnya, juga untuk kita tetapkan voucher Lotim net-nya, sudah tidak ada masalah. Rencananya nanti harga eceran tertingginya itu 32 ribu, yang akan diecer oleh BUMDes, Ponpes dan atau perorangan,” ujarnya.

Disinggung tentang SDM yang akan mengoperasikan program ini. Masfu menjanjikan akan diambil dari masing-masing desa sebagai teknisinya. Dengan alasan bahwa program ini harus merasa dimiliki oleh masyarakat.

“Kita ingin masyarakat merasa memiliki, jadi kita akan memberdayakan masyarakat setempat, jadinya teknisinya orang desa setempat dengan jumlah 254 orang,” sebutnya. (Cr-Pin)