oleh

Lakukan Pendampingan dan Dorong Perdes Ramah Anak, DP3AKB Lotim Optimis Angka Stunting Turun

banner 300500

DP3AKB Lotim akan fokus mengentaskan stunting di 2021, dengan mendorong terbentuknya Perdes ramah terhadap perempuan dan anak, berbagai bentuk pendampingan khusus. Dari itu ditargetkan angka stunting Lotim di 2021 menurun pada kisaran 17 persen.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB) Lombok Timur (Lotim), H. Ahmat, menyatakan pada tahun ini pihaknya akan memberikan perhatian khusus dalam pengentasan stunting di Lotim dengan intervensi kebijakan yang akan menyasar pada masyarakat desa dengan pembentukan Peraturan Desa (Perdes).

“Kemarin sudah ada Surat Edaran Bupati Lotim agar camat harus mendorong agar desa-desa yang belum membuat Perdes tentang penanganan stunting, dan tentang pernikahan dini agar segera dibuat,” katanya di ruang kerja, Jum’at (19/02/2021).

Edaran bupati itu sambungnya akan ditindaklanjuti dengan pembentukan Satgas di tingkat kecamatan, dengan unsur UPTD KB, Puskesmas, KUA, Babinkantibmas dan Babinsa, yang nantinya satgas itu akan berinduk pada Kampung KB di setiap desa.

“Itu nanti otomatis induknya di Kampung KB itu, karena Kampung KB itu sudah ada Pokja di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan dan anak dan lainnya,” imbuhnya.

Selain langkah itu, terdapat juga strategi bersifat taktis yang akan dilakukan oleh DP3AKB Lotim kepada kelompok masyarakat (keluarga) rentan mengalami stunting dengan berbagai bentuk pendampingan.

“Kita sudah menyiapkan strategi penanganan stunting
seperti pendampingan terhadap anak-anak yang beresiko stunting, kemudian pendampingan 3 bulan pasca pernikahan usia dini terakhir kita akan berikan 4 bintang makanan terhadap anak stunting yang beresiko,” ulasnya.

Hal itu penting dilakukan, sebab menurutnya angka stunting di Lotim relatif tinggi. Sekalipun persentasenya menyalami penurunan, yaitu pada tahun 2019 persentase stunting 26,11 dan di tahun 2020 berkisar 21,28 persen. Dari itu ia menargetkan penurunan stunting di 2021 pada kisaran 17-18 persen.

“Target penurunan angka stunting nasional di tahun 2024 mendatang itu 14 sekian persen, menuju itu di 2021 kita tidak muluk-muluk targetnya, 17-18 persen, kita berusaha,” tegasnya.

Adapun paparnya, berdasarkan data seluruh puskemas pada tahun 2020, angka tertinggi kasus stunting di Lotim berada di 7 kecamatan dengan kisaran lebih dari 30 persen.

“Terdapat 7 kecamatan angka stuntingnya di atas 30 persen berdasarkan data dari Puskesmas di tahun 2020, yaitu Puskesmas Sukeraja (Jerowaru) 39,97 persen, Puskesmas Terara 37,66 persen, Puskesmas Montong Betok (Montong Gading), 35,85 persen, Puskesmas Sikur 42,99 persen, Puskesmas Suralaga 33,53 persen, Puskesmas Denggen (Selong) 38,35 persen dan Puskesmas Sambelia 32,28 persen,” bebernya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT