oleh

Gelar Aksi, AMB Menilai PDAM Dijadikan Sapi Perah Oleh Oknum Direksi

banner 300500

Aliansi Masyarakat Peduli (AMP) Lombok Timur mendatangi kantor Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur untuk meminta kejelasan terkait keluhan masyarakat tentang air bersih dan dugaan penyelewengan anggaran sebanyak 1,2 M oleh oknum direksi PDAM.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Puluhan masa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat peduli Lombok Timur, mendatangi kantor PDAM Lombok Timur. Kedatangan puluhan masa aksi tersebut untuk meminta penjelasan terkait kekeringan air yang dialami para pelanggan dan meminta kejelasan terkait anggaran yang berjumlah 1,2 M tersebut.

Koordinator Lapangan Hendrawan Saputra mengatakan aksi tersebut di inisiasi karena adanya dugaan korupsi yang di lakukan oleh direksi PDAM Lombok Timur dan juga melihat jeritan masyarakat dibeberapa kecamatan yang dilanda kekeringan air meskipun warga sudah berlangganan di PDAM.

Hendrawan menambahkan, di samping keluhan masyarakat terkait air bersih, ada dugaan kuat penyelewengan anggaran 1,2 M yang dilakukan oleh oknum direksi di PDAM. Berdasarkan data yang di terima Pihaknya, Hendarwan mengatakan hasil audit PDAM tahun 2020 sampai tahun 2021 anggaran itu cukup fantastis. Dalam laporan keuangan itu anggaran tersebut tidak bisa dirincikan dan dijelaskan dalam laporan keuangannya.

“Sehingga inilah alasan kami melakukan aksi untuk meminta kejelasan kemana anggaran-anggaran tersebut dialokasikan karena hingga saat ini tidak bisa dijelaskan baik oleh bagian keuangan maupun direksi,” Ujarnya. 08/09/2021.

Masih kata Hendawan, Temuan-Temuan kekurangan air bersih masih dirasakan oleh masyarakat seperti di wilayah selatan dan yang saat ini sedang dialami oleh masyarakat korleko.

“Ada apa sebenarnya dan setelah kami kroschek ternyata ada masyarakat yang kecewa dan merusak pipa karen informasinya selama ini mereka tidak pernah mendapatkan air bersih hanya angin yang keluar sedangkan mereka tetap bayar,” Imbuhnya.

Menurut Hendra, dengan anggaran yang cukup fantastis seharusnya tidak ada lagi terdengar masyarakat yang sudah berlangganan mengalami kekeringan air bersih.

“Tetapi yang menjadi poin penting adalah anggaran yang 1,2 M ini dikemanakan siapa yang makan anggaran ini. Ada dugaan kuat dari kami penghasilan daripada unit-unit yang ada di bawah PDAM ini yang dirampas dimainin kan oleh oknum direksi tersebut untuk kepentingan pribadi sehingga pada aksi kali ini mereka tidak menemui kami,” Paparnya.

Pihaknya berjanji akan akan kembali lagi dengan masa yang lebih besar untuk menyegel kantor PDAM hingga ada penjelasan rincian anggaran tersebut. Ia juga berjanji jika beberapa hari kedepan belum ada penjelasan dari pihak PDAM Lombok Timur, Pihaknya akan mengambil tindakan secara hukum.

“Kami sedang mempersiapkan berkas untuk melaporkan dugaan ini ke APH agar segera di atensi dan diusut, karena anggara ini cukup besar,” Tegasnya.

Lebih jauh Pihaknya berharap, kedepan ada semacam perbaikan manajemen di PDAM Lombok Timur, sehingga apa yang menjadi tujuan pemerintah daerah bisa tercapai sehingga keluhan-keluhan masyarakat terkait air bersih ini tidak ada lagi. (CR-Wenk).

BERITA TERKAIT