oleh

Covid-19 Bergoyang di Meliwis, Satu PS Meninggal Satu Masih Dirawat

banner 300500

Satu PS Cafe Meliwis meninggal terpapar Covid-19, dan satunya lagi terkonfirmasi positif dan tengah menjalani perawatan. Cafe Meliwis pun ditutup dua pekan mendatang.

LOMBOK TIMUR,Corongrakyat.co.id- Ganasnya virus Covid-19 kembali menelan korban di Lombok Timur, kali ini menimpa salah seorang Partner Song (PS) atas nama Ice Marwati (34), seorang perempuan perantau asal Subang, Jawa Barat yang bekerja di cafe Meliwis yang terletak kawasan Pantai Labuhan Haji.

Kepala Puskesmas Labuhan Haji, Lalu Rusli Anhar saat dikonfirmasi menyatakan korban sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif di RSUD dr. R. Soedjono Selong selama dua pekan, yang kemudian mengembuskan nafas terakhirnya pada Senin (06/09) sekitar Pukul 12:00 Wita.

“Korban sempat dirawat intensif selama dua pekan, dan meninggal hari Senin kemarin, sekitar jam 12:00 Wita,” katanya, Selasa (07/09/2021).

Masih lanjut dia, atas kejadian itu Satgas Kecamatan Labuhan Haji langsung bergerak cepat mengambil langkah cepat guna melakukan tracking dan test swab antigen kepada semua karyawan Cafe Meliwis serta penyemprotan disinfektan.

“Untuk mengantisipasi penyebaran pandemi, seluruh karyawan diisolasi secara mandiri termasuk swab antigen. Hasilnya, satu karyawan yang menjaga korban dinyatakan positif Covid-19,” tuturnya.

Sebagaimana prosedur yang berlaku lanjut Rusli, semua aktifitas di Cafe Meliwis selama 14 hari kedepan dihentikan. Sedangkan untuk pemulangan jenazah masih berkordinasi dengan pihak keluarga korban.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Pathurrahman, dia membenarkan peristiwa itu dan menyatakan jika pihaknya telah melakukan tracking kontak terhadap warga yang telah melakukan kontak erat dengan korban.

“Kami himbau pada seluruh lapisan masyarakat, bagi yang memiliki gejala, untuk segera memeriksakan kesehatannya pada petugas medis setempat,” tekan dia.

Sementara itu, seperti yang dikutip dari media CNN.Com, pengelola Cafe Meliwis, Baiq Ika Zuraida Febriani, saat dikonfirmasi awak media membenarkan, bahwa karyawannya atas nama Ice Marwati meninggal karena Covid-19. Sebelumnya lanjut dia, korban mengalami gejala pada tanggal 25 Agustus lalu. Namun, sehari setelahnya dibawa ke rumah sakit.

“Korban sempat merasakan gejala pada tanggal 25 Agustus, dan minta cuti, dan besoknya langsung di bawa ke rumah sakit,” katanya. (Pin)

BERITA TERKAIT