oleh

Tiga Tersangka Debt Colector Ditahan, Oknum Aparat akan Diproses Propam

banner 300500

Polres Lombok Barat langsung tindak lanjuti kasus arogansi debt colector, saat ini 3 tersangka telah ditahan. Sementara oknum aparat kepolisian yang diduga terlibat, saat ini pihaknya masih koordinasi dengan Propam Polda NTB.

LOMBOK BARAT, Corongrakyat.co.id- Polres Lombok Barat gelar pres release terkait perkembangan tindak lanjut peristiwa penagihan secara paksa oleh sekelompok debt colector yang terjadi di Labuapi Lombok Barat (24/09) tempo hari lalu.

“Berdasarkan pengaduan dari para korban, kita sudah mengambil langkah-langkah penyelidikan,” kata
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB AKBP Bagus S. Wibowo, SIK
Senin (27/09/2021).

Lanjutnya, pihaknya tetap melakukan upaya-upaya pemeriksaan, dan mengumpulkan barang bukti di TKP.
“Sampai dengan saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan Polres Lombok Barat dan ditegaskan terhadap tiga orang tersangka saat ini sudah dilakukan penahanan di Polres Lombok Barat (25/09).

“Ketiga tersangka yang sudah kita amanakan diantaranya berinisial, B, DH, dan KP,” terangnya.

Masih kata dia, dari hasil pemeriksaan dan pendalaman, ketiga orang ini merupakan karyawan PT. NCS.
Terkait dengan dugaan adanya keterlibatan oknum aparat, Polres Lobar telah melakukan koordinasi dengan Bidang Propam Polda NTB.
“Karena ini memiliki dugaan keterlibatan aparat, tentu kita penyidik polres Lombok barat melakukan koordinasi dengan bidang propam Polda NTB,” pungkasnya.

Kapolres menegaskan, dalam memastikan keterlibatan oknum disini, tentunya pihaknya bersama-sama dengan bidang Propam Polda NTB.
“Sekarang ini, penyidik dan personel Bid Propam Polda NTB, sementara bekerja, untuk memastikan apakah yang bersangkutan ini seorang aparat kepolisian,” ujarnya.

Termasuk video yang sempat viral, yang memperlihatkan adanya senpi, Polres Lobar juga masih melakukan pendalaman. “Sementara itu, terkait masih pendalaman kami, apakah senpi itu merupakan organic aparat atau bukan,” terangnya.

Karena sudah ditetapkan sebagai tersangka, maka perkembangan proses kasus ini sudah pada tingkat penahanan. “Sebagimana informasi-informasi awal yang kita terima, bisa saja lebih dari yang telah disebutkan,” ucapnya.

Terhadap aksi-aksi premanisme yang dilakukan oleh oknum-oknum debt collector, Kapolres menekankan bahwa jajarannya sangat mengatensi akan hal ini. “Saya kira, kita Polres Lombok Barat, termasuk kesatuan Kepolisian menindaklanjuti ini, sangat menjadikan atensi,” katanya.

Ini dibuktikan, dengan waktu yang tidak terlalu lama, jajarannya berhasil mengamankan ketiga tersangka ini.
“Setelah menerima pengaduan selama 1×24 jam, alhamdullilah dalam waktu tidak lama, kita sudah terima berhasil mengamankan ketiga oknum dimaksud,” pungkasnya

Sedangkan terhadap ketiga tersangka, dijerat dengan pasal 335 dan 368 KUHP, tentang dugaan pemerasan dan pengancaman. “Sebagaimana dugaan pemerasan dan pengancaman, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun,” tandasnya. (Pin)

BERITA TERKAIT