Dalam rangka menyongsong hari jadi Kabupaten Lombok Timur (Lotim) yang ke 125, Pemkab Lotim langsungkan konfrensi pers. Hadir dalam kegiatan itu, Sekda Lotim, Kabag Humas dan Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Pada kegiatan itu, Sekda Lotim, Drs. H. Juani Taofik, M.A.P memaparkan beberapa fokus Pemda Lotim, khusus pada tahun 2021 mendatang. Diantaranya di bidang infrastruktur, kesehatan, realisasi satu lapangan satu desa dan BUMDes Mart.
“Fokus Pemda di,2021 kita masih fokus untuk meratakan insfratruktur kita, meningkatkan kapasitas kesehatan kita, yakni meningkatkan kapasitas RSUD Labuhan Haji dan Soedjono Selong, kemudian Desa kita telah berkeliling ke seluruh desa untuk mewujudkan janji politik Sukma satu lapangan satu desa dan BUMDes Mart kami akan fokus di 2021 untuk mengerjakan itu,” katanya, Jum’at (28/08/2020).
Taofik juga menambahkan, jika selain fokus itu, Pemda Lotim juga fokus untuk mewujudkan iklim investasi yang sehat bagi para investor, finishing PTSL dan penentuan RDTL di kawasan Sembalun.
“Lalu fokus kita ke depan adalah welcome to invesment, PDRB kita di Lombok Timur dominan pertanian hingga 28 persen, tapi sektor ini minim multi player effect, tidak seperti sektor pariwisata. Kemudian PTSL, ada yang masih belum terselesaikan, seperti di kawasan hutan Sekaroh, kami berjanji selesai minggu depan, di tahun 2021 kita akan mengupayakan RDTL di kawasan Sembalun, agar pelaku wisata bisa lebih mudah dalam berinvestasi, tapi tentu diawali juga di tahun 2020,” imbuhnya.
Selain itu, Taofik juga menegaskan jika masyarakat harus mengetahui jika RSUD dr. R. Soedjono Selong telah berubah tipe menjadi tipe B, dan ini merupakan kado indah bagi Lotim yang akan memasuki usia ke 125.
Menyambung paparan Sekda itu, Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong, dr. Muh. Tantowi Jauhari, Sp.B menjelaskan lebih jauh kepada awak media tentang proses hingga suksesnya RSUD dr. R. Soedjono sehingga mendapatkan tipe B.
“Sejak kami menerima amanah pertanggal 2 Januari 2020, satu yang ditekankan oleh Bupati kepada kami yaitu menaikkan tipe rumah sakit. Kenaikan rumah sakit bukan hanya di atas kertas saja, tapi ini memiliki makna yang signifikan bagi kita, dengan naiknya kelas rumah sakit harus beriringan juga dengan peningkatan layanan, SDM, keselamatan dan lainnya,” ujarnya.
Tantowi mengatakan, semua proses perubahan tipe yang didapatkan, dilakukan oleh pihaknya berdasarkan ketentuan pada norma yang terdapat di PMK Nomor 3 Tahun 2020.
“Setelah self-assesment, kita lakukan konsultasi ke pelayanan rujukan Kementerian Kesehatan RI, kita lakukan dua kali, setelah itu kita ajukan permohonan visitasi dari Dinas Kesehatan Provinsi, lalu muncullah rekomendasi yang diajukan ke Kementerian Kesehatan RI untuk menjadi syarat utama naik menjadi tipe B,” tuturnya.
Ia melanjutkan, paramater lain yang menjadi acuan kenapa suatu rumah sakit bisa berubah menjadi tipe B adalah tersedianya layanan unggulan, yang merupakan layanan dari spesialis yang tersedia.
“Spesialis yang kita punya seperti spesialis bedah mulut, ortodontis, paru, jantung, kemudian ada juga spesialis konsultan, kita ada dua phetomathernal dan hematologi dan ini menjadi layanan unggulan kita, karena rumah sakit tipe B itu harus ada layanan unggulan,” paparnya.
Pada kesempatan itu, Tantowi menegaskan, jika layanan phetomathernal yang ada di RSUD dr. R. Soedjono Selong merupakan satu-satunya yang ada di NTB. “Layanan ini satu-satunya di NTB, layanan phetomathernal ini adalah semacam deteksi atau diagnosa kondisi janin yang ada di rahim ibu,” tekasnya.
Pasca ditetapkannya juga menjadi rumah sakit tipe B. RSUD dr. R. Soedjono, akan melakukan kerjasama dengan beberapa Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan dari beberapa Perguruan Tinggi, sehingga akselerasi RSUD dr. Soedjono akan semakin cepat, baik dalam segi layanan dan penguatan makasi ketenagaan SDM.
“Lainnya juga RSUD ini akan menjadi wahana pendidikan, kami sudah bekerjasama dengan Unram, Unizar yang punya fakultas kedokteran dan ilmu kesehatan lainnya,” tekasnya.
Sebagai penutup, Tantowi menyampaikannya beberapa poin penting kepada masyarakat, yang intinya merupakan pesan agar tercipta sinergi dan kerjasama yang konstruktif.
“Atas capaian ini, saya ingin menyampaikan, bahwa ini adalah hadiah kepada masyarakat Lombok Timur, bahwa RSUD Soedjono adalah milik kita, milik masyarakat Lombok Timur, jadi kami berharap masyarakat memberikan dukungan untuk terus berbenah, karena perbaikan rumah sakit sifatnya continue improvement, membutuhkan proses terus menerus karena rumah sakit ini harus menjadi kebanggaan masyarakat Lombok Timur ke depan,” pungkasnya. (Cr-Pin)






