Peringatan hari Adhyaksa ke 62 tahun ini terbilang istimewa di Lombok Timur. Pasalnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur (Lotim) bekerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Lotim meresmikan Balai Rehabilitasi Narkotika Adhyaksa pertama di NTB yang dibuka di RSUD dr. R. Soedjono Selong.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Kepala Kejari Lotim, Irwan Setiawan, S.H., M.H menjelaskan, dasar utama di inisiasinya Balai Rehabilitasi Narkotika itu adalah keprihatinan pihaknya atas meningkatnya kasus penyalahgunaan Narkotika di Lotim.
“Ini Bentuk keprihatinan kami terhadap peningkatan kasus penyalahgunaan Narkotika di Lombok Timur, karena dari kasus Pidum yang ada, 40 persen adalah kasus Narkotika,” katanya, Jumat (22/07/2022).
Masih kata dia, terbentuknya Balai Rehabilitasi Narkotika itu adalah solusi terbaik, utamanya bagi terdakwa yang diputus harus menjalani rehabilitasi oleh pengadilan, karena selama ini rehabilitasi hanya bisa dilakukan di Kota Mataram.
“Putusan rehabilitasi harus pendampingan keluarga, dengan dibukanya Balai Rehabilitasi ini, ke depan proses rehabilitasi pasti akan jauh lebih baik di Lombok Timur,” ujarnya.
Lebih jauh, terkait dengan keamanan, dikatakan dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pelaksana Tugas Direktur RSUD Soedjono, tapi ke depan ditegaskan dia, akan dibentuk tim Satuan Tugas (Satgas) rehabilitasi korban narkoba untuk standar keamanan yang lebih baik.
“Nanti kita akan koordinasi dengan Pemda untuk membentuk tim Satgas rehabilitasi korban narkoba, untuk pengamanan lebih intensif,” bebernya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Lotim, Drs. HM. Juaini Taofik, M.AP mengatakan berdirinya Balai Rehabilitasi Narkotika ini sebagai hadiah dari Korps Adhyaksa kepada masyarakat Lotim yang harus didukung, karena manfaatnya yang begitu besar.
“Ini adalah hadiah bagi masyarakat Lombok Timur, dengan keberadaan balai ini, ke depan rehabilitasi tidak lagi dilakukan di Mataram. Artinya ini akan mempermudah masyarakat kita,” tuturnya.
Dijelaskan dia juga, ke depan berdirinya balai ini akan diimbangi dengan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan (Nakes) termasuk juga dengan fasilitas balai rehabilitasi yang representatif serta standar keamanan memadai untuk jalannya rehabilitasi.
“Launching ini sangat cepat, itu kita syukuri, tentu terkait dengan kapasitas Nakes, fasilitas balai dan standar keamanannya nanti ditingkatkan, kita lihat perkembangannya nanti,” tandasnya. (Pin)








