Kurangi Dampak Covid-19, Dirum PDAM: Kategori Sosial Gratis, Tipe A Dapat Potongan

Corong Rakyat melakukan konfirmasi kepada Direktur Umum (Dirum) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Lombok Timur, perihal pemberlakukan pembebasan dan pemotongan tarif  bagi pelanggan, Kamis (23/04/2020).

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id.- Sebagai bentuk simpati dan wujud kepedulian sosial Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Lombok Timur kepada masyarakat khususnya para pelanggan PDAM yang tengah menghadapi Pandemi Covid-19 yang berdampak pada sektor sosial ekonomi, maka PDAM Kabupaten Lombok Timur memberlakukan kebijakan pembebasan dan pemotongan tarif tagihan kepada pelanggannya.

Hal tersebut tertera pada pengumuman PDAM Nomor:  UM.01.06/71/PDAM/IV/2020, tentang pembebasan tagihan bagi pelanggan kategori sosial atau umum dan pemotongan tarif tagihan sebesar 15%  bagi pelanggan dengan golongan rumah tangga tipe A selama 3 bulan, terhitung dari bulan April, Mei dan Juni 2020.

Adapun yang termasuk dalam kategori pelanggan umum dan sosial dalam pengumuman tersebut yakni, Terminal, Kran umum, Tempat Ibadah, Panti Asuhan/LKSA, Yayasan Sosial, Puskesmas, Sekolah/Madrasah dan PMI. Sedangkan pemotongan tarif tersebut ditujukan kepada rumah tangga dengan kepemilikan rumah semi permanen berdasarkan standar dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Menindaklanjuti hal tersebut, media ini melakukan konfirmasi langsung kepada Direktur Umum (Dirum) PDAM Kabupaten Lombok Timur, Suhirman, S.Sos di tempatnya.

“Memang benar mengenai hal itu, kami dari Dewan Redaksi dan Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati Lombok Timur selaku pemegang saham telah memutuskan akan hal tersebut,” terang Suhirman.

Lebih jauh dirinya berharap, apa yang menjadi kebijakan Direksi PDAM tersebut dapat membantu dan meringankan beban masyarakat, terutama bagi pelanggan tipe A yang jumlahnya mencapai 10.000 rumah tangga yang secara langsung terkena imbas dari Covid-19,” ujarnya.

Dengan pembebasan dan pemotongan tarif  bagi para pelanggan selama 3 bulan tersebut,  dirinya mengakui setelah dilakukan kalkulasi oleh pihaknya, PDAM akan mengalami pengurangan pendapatan sekitar Rp. 500 juta.

Suhirman juga menjelaskan, selain kebijakan tersebut, PDAM menjelang bulan suci Ramadhan ini juga terus melakukan upaya peningkatan layanan kepada masyarakat, khususnya kepada pelanggan tetapnya.

“Kami dari Direksi dan seluruh jajaran PDAM sampai bawah terus melakukan perbaikan, terutama pada jaringan yang bermasalah, selama beberapa pekan sampai hari ini, tim kami terus bekerja optimal, all out selama hampir 24 jam dengan bergiliran memantau semua jaringan dan kondisi air demi kepuasan masyarakat,” pungkasnya.

Atas usaha maksimal yang telah dilakukan oleh jajaran PDAM dalam upaya meningkatkan layanan, dirinya berharap dukungan dari masyarakat.

“Kami tentu berharap dukungan dari seluruh lapisan, utamanya masyarakat untuk bekerjasama menjaga apa yang menjadi fasilitas dari PDAM demi peningkatan peningkatan dan terjaganya kualitas layanan kami,” tutup Suhirman. (Cr-Alpin).