Membumikan Literasi di Pulau Seribu Masjid: Kolaborasi Pemuda dan Komunitas di Lapak Baca Gratis

LOMBOK TIMUR – Menyikapi rendahnya minat baca masyarakat Pulau Lombok, sekelompok pemuda di kota Selong, Kabupaten Lombok Timur melakukan langkah sederhana namun sangat berarti: memutuskan rantai kesulitan akses terhadap buku, membuka ruang baca di area publik. Gerakan yang mereka namai dengan “Lapak Baca Gratis”, merupakan sebuah gerakan literasi yang menawarkan pengalaman membaca yang menyenangkan di ruang publik.

Gerakan ini tidak sekedar menghadirkan tumpukkan buku yang digelar di alam terbuka namun menyajikan beragam aktivitas kreatif dan edukatif, seperti kegiatan melukis, menggambar, membaca, belajar bersama hingga kelas pelatihan singkat serta bedah buku yang inspiratif. Kegiatan ini dibertujuan agar semua elemen masyarakat dari berbagai tingkatan dapat menikamati literasi dalam suasana yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

Gerakan Lapak Baca Gratis timbul dari kolaborasi lintas komunitas, di antaranya Sosial Caring Community, Muda Beraksi, dan sejumlah pemuda yang peduli terhadap literasi. Kolaborasi ini mempertegas semangat membangun bersama generasi muda guna menciptakan masyarkat cerdas, kreatif, inovatif, dan inklusif.

Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap minggu di Taman Rinjani, Selong, sebuah area publik yang mudah diakses oleh masyarakat. Digelar setiap minggu pagi, pukul 7.30 hingga 12.00 WITA. Sebagian taman dijadikan ruang literasi terbuka tempat masyarakat membaca dan bermain serta berbagi cerita diantara himpitan wanginya aroma buku dan ilmu.

“Tujuan utama kami sederhana, tapi penting, memutus rantai kesulitan akses terhadap buku, kami ingin menciptakan ruang baca yang nyaman, terbuka, dan gratis untuk semua. Membaca harus menjadi kebiasaan yang menyenangkan, bukan kewajiban yang berat,” ujar salah satu penggagas gerakan.

Dengan konsep sederhana, para penggagas gerakan hanya menggelar tikar, menata berbagai genre buku, lalu membuka ruang diskusi bagi siapapun yang hadir. Tidak ada biaya dan sekat sosial. Gerakan digaungkan melalui media sosial komunitas maupun media sosial pribadi anggota, mengajak seluruh elemen masyarakat bergabung untuk berbagi ilmu.

Melalui gerakan Lapak Baca Gratis ini, para genarasi muda menyatakan bahwa membaca tidak harus di gedung mewah dengan pendingin ruangan disetiap sudut. Bermodal semangat membangun bersama dan beberapa buku mereka telah berikhtiar mewujudkan perbaikan dan menanamkan benih perubahan positif.