oleh

Dianggap Inovatif Capai PAD Saat Pandemi, DPRD Karangasem Sambangi Bapenda Lotim

banner 300500

Bapenda Lotim terima agenda Kunker Anggota DPRD Karangasem. Kunker itu dalam rangka studi komparatif DPRD Karangasem untuk mengetahui kiat-kiat Pemda Lotim dalam mencapai PAD, karena dianggap Pemda Lotim sangat inovatif dalam realisasi PAD di tengah Pandemi Covid-19

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Timur (Lotim) menerima kunjungan kerja (Kunker) sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Karangasem. Kunjungan kerja Anggota Komisi l, ll dan lV DPRD Karangasem itu bertujuan untuk tukar informasi, terkait upaya peningkatan pendapatan daerah melalui pengelolaan pajak hotel dan restoran.

Diungkapkan Kepala Bapenda M. Azlan hampir seluruh daerah di Indonesia mengalami penurunan PAD sebagai dampak Pandemi Covid-19.

“Target PAD Lombok Timur pada tahun 2020 sebesar Rp. 363,2 M dan terealisasi sebesar Rp. 325,8 M atau setara 89,72 persen. Hal tersebut disebabkan sejak Pandemi Covid-19 sekitar bulan maret 2020, Pemda Lombok Timur mengambil kebijakan memberikan relaksasi  retribusi para pedagang di pasat tradisional, juga bagi pengusaha hotel,” kata Azlan, Senin (15/02/2021).

Lanjutnya, khusus untuk pajak hotel dan restoran, target yang dibebankan APBD 2020 sebesar Rp. 814 juta, dan yang bisa direalisasikan sebesar 286 juta atau 35,18 persen. Akan tetapi, dari pajak restoran yang memiliki target Rp. 3,7 M, capaiannya melampaui target yaitu sebesar Rp. 3,9 M atau 103 persen.

“Capaian ini merupakan hasil kerja keras teman-teman Bapenda dan partisipasi aktif para pengusaha restoran dan rumah makan di Lombok Timur”, ungkapnya.

Sementara itu Ketua Komisi ll DRPD Karangasem, I Komang Sartika dalam kesempatan itu menyatakan, Kunker yang dilakukan pihaknya itu terangnya lebih khusus ditujukan untuk studi komparatif terkait realisasi PAD Karangasem dan Lotim di masa Pandemi Covid-19.

“Kita ingin mempelajari kiat-kiat Pemerintah Daerah Lombok Timur sehingga PAD yang ditargetkan tahun sebelumnya bisa tercapai meskipun tidak tercapai tapi tidak turun drastis di masa Covid-19 ini,” ungkapnya.

Komang Sartika melanjutkan, pihaknya memilih Gumi Patuh Karya untuk dijadikan sebagai tujuan Kunker karena pihaknya menganggap Pemda Lotim inovatif dalam membentuk beberapa BUMD dengan dasar Peraturan Daerah (Perda) yang mendukung terdongkraknya capaian PAD Lotim, sementara di Karangasem sendiri, diakuinya itu terbatas, karena praktis BUMD yang dimiliki hanyalah PDAM saja.

“Kita memilih Lombok Timur, karena Pemdanya inovatif dalam membentuk BUMD dengan dasar Perda, sehingga nanti sepulang kami dari sini, kami akan konsultasikan dengan dinas terkait untuk mencontoh ini, BUMD yang bisa mendukung PAD, karena kami hanya punya PDAM saja,” ucapnya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT