oleh

BDR Masa Pandemi, HIMPAUDI Lotim Imbau Guru Paud Taati SE Pemerintah

banner 300500

Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) kabupaten Lombok Timur menghimbau kepada HIMPUDI di semua kecamatan untuk mentaati surat edaran pemerintah daerah dalam hal pemberhentian sementara  belajar tatap muka di masa pandemi.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id –Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Kelompok Bermain (KB), Satuan PAUD Sejenis (SPS), hingg saat ini untuk masuk sekolah masih menunggu surat edaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Lombok Timur. Hal tersebut di sampaikan  oleh Ketua HIMPAUDI Kabupaten Lombok Timur.

Dengan surat  edaran nomor; 003/533/Dikbud/2021 tentang pembelajaran tatap muka di masa pandemi covid-19 tanggal 26 Januari 2021, pada poin 2 di sebutkan untuk jenjang pendidikan PAUD (TK,KB,SPS,)  pembelajaran tatap muka dihentikan sementara mulai tanggal 27 Januari 2021 sampai dengan adanya pemberitahuan lebih lanjut dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur.

HIMPUADI Lombok Timur membantu menyampaikan ke seluruh PAUD se Lombok Timur untuk mengikuti surat edaran tersebut dan tetap kembali seperti biasa seperti yang telah dilakukan yaitu melaksanakan belajar dari rumah untuk teknisnya tergantung kesepakatan  masing-masing Guru PAUD dengan para orang tua anak dan mengikuti protokol kesehatan.

“Kami tetap berkoordinasi denga seluruh HIMPAUDI Kecamatan dan hasil nya di sampaikan ke para Kepala satuan untuk melakukan  belajar dari Rumah (BDR) menyiapkan pernagkat dan lainya untuk bahan guru turun ke rumah bersama para orangtua anak-anak usia dini,” Ujarnya Usman.

Usman berharap di masa pandemi covid-19 ini  cepat berlalu agar bisa melaksanakan belajar seperti bisanya dan para orangtua tidak lagi khawatir anak-anaknya masuk sekolah karena ada pendidik ynag menjaga dan mengasuhnya di PAUD masing-masing semabari menunggu surat edaran dari dinas pendidikan dan kebudayaan  kabupaten Lombok Timur sampai kondisi sudah normal.

“Kami juga berharap kepada pemerintah daera agar lebih memperhatikan kesejahteraan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Sebab, selama ini kesejahteraan guru PAUD kami lihat masih sangat rendah,” Pungkasnya. (cr-wenk).