oleh

Bank NTB Syariah dan Dispora Lotim Satu Visi Kembangkan Usaha Pemuda

banner 300500

Bank NTB Syariah dan Dispora Lotim satu visi dalam pemberdayaan dan pengembangan usaha pemuda. Telah dilakukan sosialisasi kedua pihak kepada kelompok pemuda binaan terkait pinjaman modal usaha. Perbankan dan Dispora Lotim berharap kelompok yang belum mengusulkan pinjaman modal untuk segera mengusulkan ke Dispora, lalu pihak dinas akan merekomendasikan ke perbankan, dan nantinya perbankan yang memutuskan laik dan tidaknya usulan itu diberikan pinjaman.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Bank NTB Syariah Cabang Selong dan Dinas Pemuda dan Olahraga Lombok Timur (Lotim) tampaknya sangat serius dalam upaya bersama untuk memberdayakan dan mengembangkan usaha para pemuda di Gumi Patuh Karya.

Kepala Bank NTB Syariah Cabang Selong, L. Samsul Hadi yang dikonfirmasi oleh media ini terkait hal itu, menyatakan pihaknya dan Dispora Lotim akan tetap bersinergi dalam memajukan kegiatan usaha para pemuda di Lotim, bahkan sebagai wujud visi itu, ia mengaku telah melakukan sosialisasi, khususnya kepada kelompok usaha pemuda yang merupakan binaan dari Dispora Lotim.

“Kemarin kami dengan Dispora bekerjasama mensosialisasikan ke para kelompok pemuda binaan Dispora yang memiliki usaha,” kata Samsul Hadi di ruang kerjanya, Kamis (04/02/2021).

Adapun materi yang disosialisasikan itu lanjut Hadi, adalah terkait dengan bentuk pembiayaan atau pinjaman dari Bank NTB Syariah kepada para kelompok pemuda binaan, yaitu sejenis Kredit Usaha Rakyat (KUR). Tapi tentu terangnya dalam pemberian pinjaman dengan besaran maksimal Rp 50 juta itu akan tetap mengacu pada standarisasi Bank NTB Syariah.

“Pada kesempatan itu, kami dari Bank NTB Syariah menawarkan pembiayaan kepada para kelompok pemuda tersebut sejenis pembiayaan seperti KUR. Pun kelompok pemuda itu mendapat rekomendasi dari Dispora, tapi berdasarkan penilaian kami tidak laik, maka Bank NTB Syariah tidak dapat memberikan pinjaman,” terangnya.

Adapun syarat Bank NTB Syariah dalam memberikan pinjaman modal itu, seperti kelompok usaha itu tidak terikat pinjaman dengan perbankan lain atau memiliki pinjaman tetapi berjalan sehat atau tidak kolaps.

“Misal kelompok itu sudah mendapat pinjaman dari perbankan lain berupa KUR, atau misal memiliki pinjaman di bank lain, lalu pinjaman itu kolaps. Intinya harus bebas dari bank laik, baru bisa kita berikan pinjaman,” tegasnya.

Di kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa tidak benar informasi yang beredar, jika Bank NTB Syariah memberikan bantuan kepada para pemuda dengan besaran tertentu, melainkan dalam bentuk pinjaman modal usaha yang disertai dengan prasyarat.

“Jadi asumsi publik yang menyatakan dana bantuan tidak benar, melainkan pinjaman atau pembiayaan,” tegasnya kembali.

Dihubungi di tempat terpisah, Kepala Bidang Pemuda Dispora Lotim, Saiful Wathan ketika ditanyakan terkait hal di atas, membenarkan apa yang disampaikan oleh Kepala Bank NTB Syariah Cabang Selong, malahan ia menyampaikan saat ini sudah ada kelompok pemuda yang telah memasukkan usulan ke pihaknya.

“Memang benar komunikasi kami dengan pihak Bank NTB Syariah tentang itu. Saat ini sudah ada 8 kelompok pemuda binaan yang mengusulkan ke kami,” jelasnya singkat.

Wathan bahkan menyatakan, pihaknya telah melakukan verifikasi dan survey lapangan ke 8 kegiatan usaha pemuda itu, dan ia nyatakan laik. Tetapi tegasnya, tetap keputusan berada di perbankan, apakah laik diberikan pinjaman atau tidak.

“Kami sudah terjun langsung verifikasi ke lapangan, dan kami nyatakan laik, kami tentu akan memberi rekomendasi. Tapi tetap keputusan itu ada di Bank NTB Syariah,” tegasnya.

Sebab sampai saat ini baru 8 kelompok pemuda yang memasukkan usulan, ia berharap semakin banyak lagi usulan yang dimasukkan, karena katanya di dalam komunikasi dengan pihak perbankan, tidak ada batasan akan jumlah pengusul.

“Tentu kami mengharapkan kepada seluruh pemuda dan atau kelompok pemuda, yang memiliki usaha untuk mengusulkan ke kami, tidak ada batasan tentang jumlahnya,” tutupnya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT