oleh

Sekolah Kebudayaan Diharap Sebagai Benteng Penjaga Budaya Sembalun

banner 300500

Masyarakat Sembalun menyambut baik pembanguan Sekolah Kebudayaan. Diharapkan Sekolah Kebudayaan akan mampu menjadi wadah terjaganya nilai kearifan lokal di tengah arus modernisme pembanguan pariwisata Sembalun.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Masyarakat Kecamatan Sembalun sangat menyambut hangat pembangunan Sekolah Kebudayaan yang diinisiasi oleh Yayasan Peneleh Yang Utama, di mana pembangunan itu sendiri akan dimulai (29/07) mendatang.

Saking disambut positifnya pembangunan Sekolah Kebudayaan itu, para Budayawan, tokoh agama, masyarakat berserta semua unsur pemerintah se-Kecamatan Sembalun yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Lombok Timur, H. Rumaksi SJ, S.H, mengadakan acara Penyawek (upacara adat awalan, red) pembangunan itu.

Camat Sembalun, Maryadi dalam sambutannya menyatakan Sembalun sebagai destinasi pariwisata nasional saat ini generasi mudanya mulai kehilangan jati diri kebudayaannya. Dari itu keberadaan Sekolah Kebudayaan diharap akan menjadi benteng dan pusat aktivitas untuk mempertahankan nilai dan norma kearifan lokal.

“Banyak kitab-kitab peninggalan pendahulu kami, tapi kami tidak bisa mempelajarinya. Sekolah Kebudayaan ini tentu akan menjadi solusi,” kata dia dalam sambutannya, Jumat (18/06/2021).

Fakta jika saat ini pembangunan pariwisata Sembalun yang cenderung menjurus pada degradasi budaya dikatakan dia merupakan suatu bentuk kemunduran sosial. Sementara di satu sisi diterangkannya sektor pariwisata adalah ujung tombak perekonomian masyarakat, dari itu diharapkan pesatnya pembangunan pariwisata tidak boleh meninggalkan nilai kebudayaan Sembalun.

“Nilai dan norma budaya kami kami harus bertahan dari budaya luar. Terutama bagi pemuda dan generasi berikutnya harus menjaga itu,” tegasnya.

Masih kata dia, tidak bisa ditutupi jika saat ini terjadi kegagapan kebudayaan pada masyarakat Sembalun umumnya. Sebab saat ini diterangkan dia masih banyak terdapat peninggalan leluhur Sembalun yang tidak bisa dipelajari.

“Terdapat banyak peninggalan sejarah di Sembalun yang sampai saat ini tidak bisa dipelajari oleh masyarakat Sembalun. Sekolah Kebudayaan ini harus mampu menjawab itu,” tutupnya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT