Video Diduga Adegan Mesum Siswa Viral di Sembalun, Ini Tanggapan Pihak Terkait

 

Video bernuansa asusila yang diduga diperankan oleh siswa SMP sempat viral di Sembalun. Beragam tanggapan muncul dari warganet. Atas hal itu bantahan datang dari pihak terkait, dan menyatakan hal itu tidak benar.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Beredarnya video bernuansa tindak asusila (mesum, red) sejumlah pelajar SMPN 1 Sembalun beredar hingga viral di media sosial dibantah oleh Kepala Sekolah SMPN 1 Sembalun,
Zainudin, dirinya menyesalkan fakta dugaan terhadap video mesum tersebut.

Dikatakan Zainudin setelah mendapat keterangan langsung mengenai persoalan video tersebut yang beredar di grup-grup Whatsapp dan Facebook beberapa hari ini terakhir, sangat disayangkan karena menurutnya jauh dari fakta yang sebenarnya.

“Karena faktanya tidak seperti video yang viral di medsos”, kata Zainudin, saat dikonfirmasi oleh media ini diruang kerjanya, (21/10/2021).

Dijelaskan dia, isu yang viral di medsos bahkan menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat setempat jika sejumlah pelajar berbuat mesum yang diduga pelajar SMPN 1 Sembalun itu tidak benar

“Ya kita tidak pungkiri didalam video itu siswa-siswi kami, tapi mereka tidak berbuat mesum seperti anggapan orang. Kami langsung memanggil semuanya termasuk orang tua, dan didampingi oleh kadus untuk mengklarifikasi” papar Zainudin.

Adapun kronologis video tersebut, kata Zainudin lebih lanjut, sekitar Pukul 12.00 Wita, salah seorang siswi mengajak siswi lainnya mencari buah are utuk dirujak (sambel buah are, red) menggunakan sepeda motor. Setelah mengambil buah are di sekitar lokasi datang dua orang siwa bersama satu temannya cowok menggunakan sepeda motor juga.

Di antara ketiga siswa itu salah seorang ingin mengungkapkan perasaan suka sama salah satu siswi. Tapi si cowok malu mengungkapkan perasaannya di depan teman-temannya, begitu juga si cewek, dan pada ahirnya disuruhlah berduaan oleh teman-temannya, namun tidak begitu jauh.

Lalu salah seorang siswa (cowok, red), mengambil bunga kempaitan (sebutan lokal, red) untuk diberikan ke temannya (cewek, red) itu untuk dijadikan sebagai tanda sukanya sama. Pada momen itulah saat perekam video mengambil video dari posisi belakang cowok berhadapan dengan cewak dengan jarak sekitar 5 Meter, selang beberapa detik setelah si cowok memberikan cewek bunga tersebut, mereka langsung pulang.

Kalau dianalisa sambungnya, dari keterangan tersebut tidak mungkin para siswa berbuat seperti yang diduga oleh masyarakat, hanya sekedar seremoni pemberian bunga sebagai cara untuk mengungkapkan rasa cintanya, bahkan pegangan tanganpun tidak sempat.

“Itu keterangan mereka saat kita klarifikasi atau konfirmasi, bersama orang tuanya disekolah,” terangnya.

Tidak dipungkiri sambung dia, dalam video itu si cowok memperbaiki celananya setelah mereka bubar hendak pulang. Kemungkinan itulah menyebabkan masyarakat berasumsi telah melakukan hal yang tak senonoh.

“Sekali lagi saya tegaskan, mereka tidak berbuat hal yang melanggar norma-norma agama. Karena di lokasi bukan hanya mereka berdua di sana,” ujarnya.

Adapun mengenai pihak yang menggunggah video tersebut, diserahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga siswa dan siswi setempat karena kejadian itu di luar jam sekolah.

“Kami sudah serahkan perkara ini sepenuhnya keorang tua wali murid. Meski demikan kita punya tanggung jawab yang sama, untuk mengontrol anak-anak kita,” ungkapnya.

Zainudin mengajak kepada para dewan guru, komite sekolah dan masyarakat, agar tidak membiarkan berita liar itu beredar di medsos. Sehingga merusak citra sekolah, apalagi sudah terlanjur viral, sehingga dampaknya luar biasa khususnya bagi sekolah setempat.

“Mari dengan bijak kita sikapi persoalan ini, dan kita sama-sama untuk meredam persolan itu. Dengan cara memberikan informasi yang benar, baik kepada media maupun melalui medsos,” ujarnya.

Ia pun meminta kepada para orang tua untuk terus meningkatkan pengawasan kepada anak-anaknya, agar terhindar dari  perilaku negatif dan pergaulan bebas, sebab tanggung jawab sepenuhnya dipundak orang tua, sementara tanggung jawab para guru hanya sebatas di lingkup sekolah.

“Kewajiban kami sebatas dalam perspektif pendidikan, pendekatannya dengan mendidik. Sebab anak-anak bukan penjahat,  mereka sedang mengalami masa pertumbuhan. Jangan sampai mereka terampas masa depannya karena saat ini mereka sangat tertekan dan terintimidasi, oleh hal sepele”, kata Zainudin.

Sementara itu,orang tua korban yang tidak mau disebut namanya. Saat dikonfirmasi oleh media ini di rumahnya, menyayangkan hal itu terjadi. Pasalnya harga diri anaknya tercoreng dengan isu tersebut lebih-lebih nama keluarga besarnya. Padahal sebenarnya tidak seperti yang dibincangkan oleh masyarakat belakangan ini.

“Saya sangat terpukul dengan video yang berdar di masyarakat, padahal anak-anak tidak melakukan seperti apa yang diduga”, katanya dengan nada kecewa.

Untuk diketahui lanjutnya, sebagai orang tua selalu menanyakan anaknya jika keluar rumah baik saat pergi maupun pulang. Namun, yang namanya musibah tidak bisa dihindari. “Apa yang disangkakan oleh orang-orang, bahwa kami kurang pengawasan kepada anak kami itu tidak benar. Dan musibah ini kami jadikan pelajaran berharaga”,

Untuk melaporkan kasus tersebut, ia bersama keluarga korban yang lain akan bermusyawarah untuk mebicarakan kelanjutannya, apakah akan melaporkan permasalahan itu ke pihak kepolisian, atau damai dengan orang yang membuat dan mengunggah video itu.

“Kami akan bicarakan dulu dengan keluarga korban yang lain, untuk keberlanjutan masalah itu,” ujarnya.

Selain itu Kapolsek Sembalun, IPTU Lalu Panca Warsa, SH mengaku tidak tahu permasalahan tersebut, pasalnya selama ini tidak dapat informasi maupun laporan polisi masuk ke Polsek. “Selama ini tidak ada laporan masuk, terkait permasalahan itu. Malahan saya dapat info dari salah seorang wartawan d Sembalun”, katanya via jaringan seluler.

Untuk diketahui, informasi yang berhasil dihimpun media ini. Video berdurasi 30 detik itu pertama kali diunggah pada (18/10), oleh seorang inisial RW pada status whatsapp pribadinya, dengan tujuan bercanda.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui siapa yang membagikannya ke grup whatsapp dan fecabook. Sejak itulah video tersebut viral dan rame diperbincangkan eleh masyarakat setempat.

Pada kesempatan itu, RW menyesali perbuatannya dan tidak menyangka apa yang diposting itu menjadi viral. Dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

“Saya hanya becanda, tidak bermaksud apa-apa. Untuk itu saya minta maaf kepada semua masyarakat, terutama kepada bapak, ibu guru saya. Juga lebih khusus kepada keluarga dan teman-teman saya atas postingan itu,” ucapnya dengan raut sesal.

“Sekali lagi saya minta maaf yang sebesar-besarnya, sekiranya saya tahu seperti ini, tidak mungkin saya memposting video itu. Dan saya berjanji tidak mengulanginya lagi”, tutupnya. (Pin)