Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Lombok Timur (Lotim) menegaskan Pilkades di Lotim ditunda, akibat realokasi anggaran dalam penanganan Pandemi Covid-19. Ditetapkan atau tidak, bergantung dari ketersediaan anggaran, tapi pada prinsipnya pelaksanaan Pilkades telah direncanakan matang di tahun 2021
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Kepala DPMD Lotim, M. Hairi, menyatakan jika pelaksanaan Pilkades di Lotim ditunda akibat Pandemi Covid-19. Di sisi lain, keputusan Mendagri juga menegaskan jika Pilkades baru bisa dilaksanakan pada tahun 2021 mendatang.
“Pelaksanaan Pilkades di Lombok Timur ditunda, ditambah lagi dengan adanya penegasan dari kementerian untuk ditunda, jadinya kami yakin sekali pelaksanaan Pilkades di Lotim ditunda, karena biaya besar kalo Pilkades itu,” katanya, (25/08/2020)
Hairi menambahkan juga, jika tahapan Pilkades yang telah dilakukan di Lotim hanyalah tahap sosialisasi.
“Hanya tahap sosialisasi Pilkades yang telah dilewati di Lombok Timur, selebihnya belum dilalui. Sosialisasi lebih lama, lebih baik, biar masyarakat lebih tau” cetusnya.
Terkait dengan apabila nantinya di suatu desa masa jabatan Kadesnya telah berakhir, dan Pilkades masih tertunda, maka Hairi memastikan jabatan itu akan dijabat oleh PJS dan atau melalui mekanisme PAW
“Tidak mungkin kosong, karena kalau misalkan habis masa jabatannya ya dijabat dari unsur PNS, kita pergunakan PJS, dan misal kalau dia lama ya PAW,” tekasnya.
Hairi menegaskan, dilaksanakan atau tidaknya Pilkades di Lotim bergantung dari kapan berakhirnya Pandemi Covid-19, sebab anggaran yang telah dianggarkan untuk Pilkades, dialihkan untuk penanggulangan Covid-19.
“Intinya Covid ini, kalau cepat berakhir maka kita akan cepat laksanakan Pilkades. Tapi kami sudah merancang pada 2021 diadakan Pilkades serentak, kalau misalkan kembali refocusing untuk Covid, yaa kita hanya berencana,” tegasnya.
Dirinya melanjutkan, terlepas dari dampak penanganan Pandemi Covid-19 yang menyita anggaran begitu besar, sehingga Pilkades tertunda. Hairi memastikan jika pihaknya tetap mempersiapkan skala perencanaan yang matang tentang pelaksanaan Pilkades di Lotim.
“Kegiatan tanpa perencanaan akan gagal, apalagi tidak direncanakan. Makanya kami rencanakan, yang penting kami sudah berencana,” pungkasnya. (Cr-Pin)






