Direktur Utama PDAM Lombok Timur (Lotim) menyampaikan jika capaian program sambungan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) saat ini sudah mencapai 70 persen, dan optimis tuntas awal September. Atas prestasi itu, PDAM Lotim mendapatkan prioritas dari Pemerintah Pusat untuk mendapatkan program serupa di 2021.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Dirut PDAM Lotim, Bambang Suprayitno menegaskan jika saat ini, sambungan MBR sudah mencapai 70 persen, ditargetkan rampung awal September. Namun, menurutnya jika proses verifikasi sudah bisa dimohonkan ke Pemerintah Pusat.
“70 persen kita sudah bisa memohon verifikasi program MBR, semoga kita sukses. Bahkan lampu hijau dari pusat, kita mau dikasi dua kali lipat dari yang tahap pertama itu 1.500. Cuma masalahnya masih belum komplit sekarang sampai bantalannya ini sedang dikejar. sedangkan kita masih ada waktu sampai akhir September,” katanya (25/08/2020).
Terkait tentang dana talangan dari Pemda untuk program MBR ini, Bambang mengatakan jika Pemda harus menyelesaikan kewajibannya hingga akhir bulan Agustus ini.
“Dari Pemda sudah diselesaikan, memang harus. Bahkan kemarin suratnya, Pemda harus menyelesaikan akhir bulan ini, karena Rembes kan Desember awal,” ulasnya.
Dirinya juga optimis jika di bulan Oktober PDAM Lotim akan mendapatkan kepastian, terkait dengan program MBR di tahun 2021 dari Pemerintah Pusat.
“Kita Insya Allah bulan Oktober sudah ada kepastian, kita dapat penambahan. Sekarang kita sudah diminta data untuk MBR tahun 2021,” tegasnya.
Terkait dengan usulan MBR di tahun 2021, dirinya mengaku jika telah merumuskannya dengan jajaran direksi, terkait target sambungan MBR.
“Kemarin sudah kita putuskan dengan teman-teman, kita sepakat jangan terlalu target tinggi. Kita naik sedikit-sedikit yang penting ada kenaikanlah,”
Untuk prioritas penyambungan MBR di tahun 2021, PDAM Lotim akan fokus pada empat kecamatan, “pertama tetap di Kecamatan Jerowaru, kemudian Keruak, lalu Sakra, kemudian ini yang masih kita diskusikan kemungkinan di Kecamatan Wanasaba,” paparnya.
Ia menegaskan, jika keputusan penentuan empat keamanan yang akan disasar oleh program MBR di tahun 2021 tersebut berdasarkan beberapa pertimbangan
“Kita melihat dari ketersediaan air, tidak sembarangan kita ini, kayak sekarang ini air sudah mulai limit, makanya kita tidak ingin terlalu wah, padahal di pusat kita diberikan peluang lebih, tapi kita punya beberapa pertimbangan, agar tidak menimbulkan persoalan,” tutupnya. (Cr-Pin).






