oleh

Kisah Haji Herman, Sosok Peternak Inspiratif Langganan Istana

banner 300500

Bermodal tekad, doa, jujur dan kerja keras dalam beternak, Haji Herman yang dulunya peternak umumnya, menjadi perhatian banyak mata. Bagaimana tidak, berkat bulir keringatnya, ia berhasil menghipnotis Jokowi menjadi pelanggan setianya. Sapinya telah dua kali dibeli Jokowi untuk dijadikan hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Nasib orang siapa yang tahu, dari orang yang biasa saja, menjadi berbeda seketika, tentu itu terjadi atas ikhtiar dan kerja keras tanpa pamrih berserta doa. Setidaknya itu yang telah dilalui oleh Haji Herman, warga Dusun Lendang Batu, Desa Sukamulia Timur, Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur, yang dulunya hanya seorang petani dan peternak biasa, hingga akhirnya sukses dan berhasil menjadi langganan istana.

Sosok bersahaja itu bercerita, semasa muda, ia menjadi seorang petani biasa, penghasilan yang sifatnya musiman pun tidak seberapa untuk menafkahi keluarga. Roda terus berputar, peruntungan pun berubah sejak ia memutuskan melakoni menjadi peternak. Sapi yang diternaknya kerap dibeli para pejabat, bahkan dibeli juga oleh orang nomor satu di republik ini, yaah sapi hasil keuletannya dalam berternak dibeli oleh Presiden Joko Widodo untuk dijadikan pilihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1442 H mendatang.

Dengan nada dan tutur katanya yang santun tapi tegas itu, ia bercerita jika Presiden Jokowi telah dua kali membeli sapi hasil ternaknya. Tak pelak pengalaman tidak biasa bagi peternak lain itu, dirinya anggap sebagai buah rahmat dari Tuhan atas doa, kejuruan dan dan kerja keras yang telah dilakoni. Sekalipun ia akui, sesekali dirinya bertanya dalam hati, bak mimpi, kenapa ini bisa terjadi.

“Alhamdulillah, sejak dua tahun ini Presiden Jokowi membeli sapi kurban di sini, saya sendiri tidak tahu kenapa, tapi sepertinya sudah rezeki yang digariskan oleh sang pencipta, ucap dia, ditemui di kandang sapi miliknya yang sederhana, Jum’at (16/07/2021).

Masih jelas dia, dalam memelihara sapi ternaknya, dia tidak memberikan sapinya pakan yang mengandung zat kimia, melainkan hanya pemberian pakan alami secara rutin, seperti rumput gajah, batang jagung sisa panen, buah nangka dan batang pohon pisang.

Diceritakan olehnya lagi, sapi kurban pinangan Jokowi itu berbobot 1,250 ton. Dan dengan pengalaman dan keuletannya dalam memberikan perawatan kepada sapi ternaknya selama ini, dia memprediksi bobot sapi yang akan dikurbankan Jokowi ke Sumbawa Barat itu akan terus bertambah sampai hari pengiriman nanti.

“Sapi ini beratnya sekarang 1,250 ton. Ini akan bertambah nantinya menjelang Hari Raya Idul Adha,” jelasnya seraya menyatakan beberapa hari yang lalu, orang dekat istana telah datang untuk mengecek kondisi sapi Jokowi, seperti halnya yang dilakukan saat Idul Adha tahun yang lalu. (Cr-Pin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKAIT