oleh

Dinas Peternakan Tetap Salurkan Pokir, Program Tanaman Pakan untuk Dukung HKTI NTB

banner 300500

Dinas Peternakan dan Keswan Lotim tetap akan mendistribusikan Bansos ternak yang bersumber dari Pokir dewan, tim verifikasi akan dibentuk untuk menseleksi kelompok penerima. Program penanaman tanaman pakan juga menjadi prioritas, karena usaha peternakan sangat bergantung atas hal itu, selain juga tentu program itu sebagai wujud andil Pemda Lotim terhadap program 10 juta sapi HKTI NTB.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Lombok Timur (Lotim) pada Tahun Anggaran (TA) 2021 akan melanjutkan program di tahun sebelumnya, yaitu melakukan distribusi Bantuan Sosial (Bansos) ternak yang bersumber dari dana Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Provinsi dan Kabupaten.

“Kita akan melanjutkan untuk distribusi Bansos dari Pokir dewan. Kita tetap komunikasi sejak awal dengan semua dewan, selain kita bersurat ke sekretaris dewan untuk segera membahas terkait perencanaan awal itu untuk menyegarkan masukan dari kelompok sasaran,” kata Kabid Peternakan, Qhoirul Anwar, Selasa (02/02/2020).

Menjemput program itu, pihaknya mengaku telah menyusun beberapa tim, salah satunya tim seleksi Calon Penerima Calon Lahan (CPCL) yang bertugas untuk melakukan verifikasi kelompok penerima, agar sesuai dengan data usulan proposal masing-masing kelompok pengusul.

Setelah verifikasi dilakukan, sambung Qhoirul selanjutnya akan ditindaklanjuti pihaknya sampai dengan pemberian SK oleh bupati kepada kelompok penerima.

“Adapun proses pelaksanaannya nanti ketika bansos dewan sudah siap dijalankan, kelompok sudah ditentukan selanjutnya kami tindak lanjuti sampai pembuatan SK Bupati ke kelompok penerima,” imbuhnya.

Dirinya melanjutkan, kemungkinan besar jenis Bansos yang bersumber dari Pokir itu adalah sapi. Tapi tetap mengacu pada usulan kelompok yang didasarkan potensi yang ada di desa kelompok pengusul.

“Pokir dewan itu tergantung permintaan konstituennya, berdasarkan potensi yang ada di daerah itu, tapi kalau melihat tahun kemarin lebih banyak sapi, dan kemungkinan hal itu sama dengan tahun ini,” jelasnya.

Selain program itu, ditanyakan terkait dengan program penanaman tanaman pakan, Qhoirul menyatakan hal itu juga merupakan salah satu prioritas, karena tegasnya keberhasilan dari usaha peternakan sangat ditentukan oleh ketersediaan pakan.

“Kemarin itu kegiatan kerjasama dengan Indobid Australia, memang keberhasilan dari usaha peternakan itu 80 persen dari pengaruh pakan, sehingga pengembangan kedepan untuk memperbanyak Hijauan Makanan Pakan (HMP) khususnya dengan menanam lamtoro, itu juga prioritas kita tentunya,” ungkapnya.

Saat ini katanya, terdapat 3 desa yang menjadi concern pihaknya terkait dengan penanaman tanaman pakan, dan tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan juga pada desa lainnya, sebagai andil dari Pemda untuk mensukseskan program 10 juta sapi HKTI NTB.

“Saat ini berdasarkan informasi dari Pak Kadis terdapat 3 desa yang dikembangkan untuk itu, termasuk Desa Darmasari. Tentu kegiatan itu akan mendukung program dari Pak Wabup terkait 10 juta sapi itu dari ketersediaan pakannya, sehingga tidak menutup kemungkinan program itu akan dikembangkan di desa lainnya,” tutupnya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT