oleh

Harapkan Kesejahteraan, Guru Honor Lotim Gelar Hearing di DPRD

banner 300500

Pendidik dan tenaga kependidikan honorer usia di atas 35 tahun gelar hearing di DPRD Lotim, dalam acara itu hadir pula Kepala Dikbud Lotim. Adapun yang menjadi substansi dari hearing itu adalah permohonan tenaga honorer agar pemerintah menjamin tingkat kesejahteraan honorer, karena selama ini dirasakan honorer selalu mendapat perlakukan yang diskriminatif.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Muhammad Irsan selaku Penasehat Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori (GTKHNK 35+) usia di atas 35 tahun Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengungkapkan bahwa guru honorer yang ada di Lotim sampai dengan saat ini belum merasakan kesejahteraan.

Padahal jelasnya, guru honorer merupakan orang-orang yang perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah. Tapi faktanya hingga saat ini gaji guru honorer di Lotim masih jauh dari standar Upah Minimum Regional (UMR).

“Pemda belum mampu berikan kami upah sesuai UMR,” tegasnya disaat hearing dengan Komisi ll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lotim, Senin, (25/01/2021).

Dirinya lanjutkan mencurahkan tentang bagaimana perjuangan guru honorer yang hidup di bawah kecukupan, tetapi selalu dituntut agar mampu mendidik generasi yang lebih baik untuk masa mendatang.

Solusi yang diberikan kepada guru honorer dengan adanya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Kenyataannya belum bisa menjadi solusi bagu guru honorer. Hal itu juga karena gaji P3K dibebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Katanya ingin menyelesaikan masalah guru honorer. Tapi syaratnya dipersulit. Itu hanya menguntungkan guru-guru yang muda saja,” keluhnya.

Mendegar keluhan dari para guru honorer di atas 35 tahun tersebut. Wakil Ketua DPRD Lotim H. Daeng Paelori menjelaskan bahwa permintaan guru itu merupakan tuntutan yang sama dengan tahun lalu.

Jadi menurutnya tidak ada alasan bagi Pemda Lotim untuk tidak memenuhi tuntutan guru tersebut. Pasalnya hal itu adalah permintaan yang berkaitan dengan kesejahteraan para guru di atas 35 tahun yang berada di Lotim.

“Urusan begini kan urusan pusat,” imbuh Daeng.

Di sisi lain Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim Achmad Dewanto di kesempatan itu menyebut bahwa, jumlah guru honorer di Lotim saat ini sebanyak mencapai 4.830 orang.

“Kami diminta usulkan untuk formasi P3K pada tahun 2021,” imbuhnya.

Namun Kementerian juga sudah punya basis data. Karena sudah ada validasi data melalui sistem pendataan guru honorer tersrbut. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT