oleh

Jadikan Sektor Peternakan Prioritas, Desa Darmasari Dijadikan Pilot Project

banner 300500

Pemdes Darmasari jadikan sektor peternakan sebagai prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Komunikasi terus dibangun oleh Pemdes, dari itu Desa Darmasari dijadikan pilot project oleh Dinas Peternakan Keswan Provinsi dan Kabupaten, ditandai dengan penanaman tanaman pakan di lahan 9 hektar. Diharapkan bantuan pihak terkait guna optimalisasi usaha ini kedepan.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Pemerintah Desa (Pemdes) Darmasari, Kecamatan Sikur terus berbenah untuk meningkatkan layanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan oleh Pemdes Darmasari adalah dengan pemberdayaan dan menggenjot produktivitas masyarakat melalui sektor peternakan.

Kepala Desa Darmasari, Muksin dalam kesempatan wawancara dengan media ini menyatakan sektor peternakan merupakan sektor yang paling potensial untuk dikembangkan, sehingga dirinya mengaku terus melakukan terobosan dan membangun komunikasi dengan pihak terkait, agar sektor ini mampu secara maksimum diberdayakan masyarakat.

“Bisa kita bilang sektor peternakan adalah yang paling menjanjikan di Desa Darmasari ini, untuk kita berdayakan dan usahakan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Kita terus lakukan terobosan dan komunikasi dengan semua pihak untuk mendukung langkah kita ini,” katanya, Senin (01/02/2021).

Dirinya menyampaikan, atas komunikasi yang dibangun itu, Darmasari dijadikan sebagai desa pilot project oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi dan Kabupaten Lotim. Wujud kongkrit dari itu maka dilakukan penanaman pakan ternak di lahan seluas 9 hektar yang disiapkan pihak desa.

“Kita bekerjasama dengan Dinas Peternakan Kabupaten dan Provinsi. Hari ini kita lakukan penanaman pakan ternak yang dihadiri oleh Kadis Peternakan Lombok Timur, kita tanam tanaman pakan jenis turi dan lamtoro, kita tanam di luas lahan 9 hektar yang merupakan milik warga kita,” imbuhnya.

Areal seluas 9 hektar itu tegas Muksin akan sangat membantu masyarakatnya yang sebagian besar bermata pencarian sebagai peternak, belum lagi ditambah dengan mantan TKI dan Narapidana (Napi) yang dibina oleh pihak desa menjadi peternak. Total katanya terdapat lebih 200 ekor ternak sapi yang ada di desanya, belum lagi dengan jumlah sapi di peternakan yang dikelola oleh BUMDes.

“Banyak warga desa kita di sini yang kesulitan pakan ketika musim kemarau, dan juga banyak sekali warga kita yang dulunya jadi TKI, mereka pulang menyambung hidup jadi peternak, banyak juga mantan Napi yang kita bina dan mereka termotivasi menjadi peternak. Saat ini sudah terdata jumlah ternak milik warga di sini 200 ekor, di luar ternak milik BUMDes,” paparnya.

Terkait dengan capaian sektor itu saat ini, ia mengaku akan terus fokus melakukan pengembangan melalui beberapa skema, diantaranya akan melakukan alokasi Dana Desa (DD) untuk pengadaan bibit sapi, terus membangun komunikasi dengan pihak terkait, dan tentunya harapan jika desa yang dinahkodainya mendapat perhatian pemerintah dan lembaga, agar kiranya diberikan bantuan dan pembimbingan.

“Kita akan fokuskan alokasi pemberdayaan di DD itu untuk sektor peternakan ini, karena terbukti pola ini (peternakan sapi) disambut antusias. Kami tentu berharap kedepan agar bantuan bibit ini kami diatensi, baik dari pemerintah kabupaten, provinsi atau pun nanti dari program 10 juta sapi HKTI, kami berharap itu,” tuturnya.

Terakhir ia juga berharap pihak terkait dalam hal ini Dinas PUPR, anggota DPRD Provinsi dan atau Kabupaten melalui anggaran Pokok Pikiran (Pokir) agar di lahan 9 hektar itu dibangun sumur bor, sebagai langkah antisipasi untuk sumber air lahan pakan yang sebagian besar tadah hujan. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT