oleh

Dinas Pertanian Lotim Dalami Isu Pupuk Palsu yang Beredar

banner 300500

Adanya informasi terkait beredarnya pupuk palsu ditanggapi oleh Dinas Pertanian Lotim, untuk menentukan kebenaran tentang palsu atau tidaknya pupuk, harus dikaji dari SK Kementan, baik dari sisi administrasi dan kandungan unsur pupuk melalui uji lab. Jika ditemukan praktek ilegal demikian, maka akan diberlakukan sanksi yang berefek jera.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Maraknya informasi di tengah masyarakat, utamanya di kalangan petani saat ini yang cukup meresahkan, tentang desas-desus beredarnya pupuk palsu ditanggapi oleh Bidang Prasarana dan Sarana (PSP), Dinas Pertanian Lombok Timur (Lotim).

Kepala Bidang (Kabid) PSP, Dinas Pertanian Lotim, L. Kasturi menyatakan pihaknya tidak bisa serta-merta memvonis jika pupuk diduga palsu yang beredar itu adalah pupuk palsu, karena harus dikaji terlebih dahulu berdasar SK Kementerian Pertanian (Kementan) dari semua sisi.

“Kita tidak bisa untuk langsung menuduh pupuk itu palsu atau ilegal, sebelum kita melihat SK Kementan, karena yang utama kita harus melihat dia (pupuk, red) terdaftar, dia punya izin edar itu yang utama,” katanya ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (26/01/2021).

Setelah dari sisi administrasi itu, Kasturi lanjut menjelaskan, hal penting yang harus dikaji juga oleh pihaknya adalah terkait dengan kandungan unsur dari pupuk tersebut

“Yang kedua pupuk itu harus mencantumkan kandungannya di karung, seperti contoh pupuk SP 3.6, kandungan sulfurnya berapa, posfatnya berapa dan itu harus kita uji lab, setelah kita teliti di SK Kementan, SP Pembenah tanah itu terdaftar, termasuk juga di sana tercantum unsur-unsur yang dikandungnya,” imbuhnya.

Tentang dugaan pupuk palsu yang beredar itu, Kasturi menegaskan akan mendalami hal itu. “Tapi permasalahannya sekarang, apakah yang beredar di lapangan itu sudah tertulis di karung apa belum kandungannya, itu yang menjadi pertanyaan dan pekerjaan rumah kita dan nanti kita tindaklanjuti,” ucapnya.

Ditanyakan tentang langkah uji laboratorium, apabila nantinya diketemukan pupuk palsu yang beredar, ia menyatakan kemungkinan itu pasti ada, dan uji lab sering dilakukan pihaknya pada tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun ini belum kita lakukan uji lab, kemungkinan tahun ini pasti ada, kalau tahun sebelumnya sudah kita lakukan. Jika pun kita lakukan uji sampel, kita cari dulu di mana titik pupuk itu ada, baru kita ambil sampelnya dan kita kirim ke BPTPH,” ulasnya.

Tegasnya, jika nanti kemudian ditemukan praktek ilegal semacam itu, maka pihaknya akan memberikan sanksi kepada pihak terkait, mulai dari yang persuasif hingga refresif.

“Kalau kita temukan pelanggarannya itu, pertama kita akan tarik pupuknya melalui KP3, dan ada sanksi-sanksinya, kalau dia pengecer kita lapor ke distributornya, kalau distributor kita laporkan ke produsen dan tentunya pasti ada langkah penegakan hukum dan seperti tahun sebelumnya dilakukan itu,” tutupnya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT