KOHATI Cabang Mataram Perempuan-Perempuan Muda Pewaris Semangat Kartini

MATARAM — Semangat R.A Kartini nampaknya tidak pernah raib dan akan terus hidup dalam perempuan-perempuan Indonesia. Di Timur Indonesia Khususnya di Pulau Lombok, sekelompok perempuan-perempuan muda yang mewarisi semangat Kartini terus melanjutkan perjuangan emansipasi wanita, kesetaraan gender, dan hak pendidikan bagi perempuan.

Dalam rangka merefleksikan hari Kartini dan hari Pendidikan Nasional, Korps HMI-Wati (KOHATI) Cabang Mataram menyelengggarakan kegiatan diskusi “SMART KOHATI” pada (5/05/2026) yang lalu, diskusi yang berlangsung di Sekretariat HMI Cabang Mataram ini mengusung tajuk “Relevansi Pemikiran Kartini dalam Pendidikan Perempuan Masa Kini”.

Kegiatan SMART KOHATI merupakan diskusi interaktif dalam bentuk dialektika dan pengembangan kapasitas kader KOHATI Cabang Mataram untuk menjemput masa depan. Diskusi dihadiri oleh Dr. Hj. Sri Wahyulina, M.Hum selaku pemateri, Ketua Umum Kohati Cabang Mataram Hilmianti Isnaini, dan Kader Kohati Cabang Mataram.

Dalam sambutannya Ketua Umum KOHATI Cabang Mataram Hilmianti Isnaini berharap dengan adanya diskusi ini mampu membuka wawasan baru untuk para kader KOHATI Se-cabang Mataram dan mampu menjadi pelopor perbaikan.

“Saya berharap dengan adanya diskusi ini para kader KOHATI se-Cabang Mataram dapat memperoleh wawasan baru dan mampu menjadi lokomotif perubahan di tengah masyarakat,” Ujar Hilmianti.

Lebih lanjut, sebagai Ketua Umum KOHATI ia juga berpesan ketika agenda kegiatan berakhir dirinya akan tetap membuka ruang dan masukkan dari kader kohati Se-cabang Mataram untuk mengevaluasi kegiatan KOHATI cabang Mataram.

“Setelah seluruh rangkaian kegiatan ini berakhir, saya tetap membuka ruang bagi kader KOHATI se-Cabang Mataram untuk memberikan masukan dan evaluasi terhadap seluruh kegiatan KOHATI Cabang Mataram ke depannya,” Lanjut Hilmianti.

Sementara itu Dr. Hj. Sri Wahyulina, M.Hum, selaku pemateri diskusi menyampaikan bahwa perempuan pribumi memiliki akses yang terbatas dalam pendidikan, mereka banyak diarahkan kepada peran domestik bahkan nikah muda, sedangkan di era sekarang perempuan bisa mengenyam pendidikan seluas-luasnya namun tetap memiliki hambatan seperti budaya yang masih kental dan stereotip dari masyarakat. Maka dari itu R.A Kartini tetap menegaskan bahwa pendidikan adalah hak, serta alat pembebasan dan jalan menuju martabat dan kesejahteraan perempuan.

Senada dengan itu, Ketua Bidang Internal Kohati Cabang Mataram Luluk Irani juga menyampaikan bahwa kegiatan SMART KOHATI ini sebagai sarana timbulnya semangat membangun bersama antar seluruh kader KOHATI Se-Cabang Mataram guna meperjuangkan dan menyuarakan kepentigan perempuan.

”Dengan adanya diskusi ini semoga terjalin sinergi antar KOHATI Komisariat Se-cabang Mataram dalam membangun gerakan baru untuk perempuan yang tertindas dan menjadi role model bagi cabang-cabang luar,” Ucap Luluk.
Selanjutnya pacsa berakhirnya kegiatan diskusi salah Ketua Umum KOHATI komisariat mewakili seluruh Ketua Umum KOHATI komisariat Se-cabang mataram menyampaikan kegiatan diskusi sangat intraktif, menambah wawasan dan meningkatkan semangat perempuan dalam menuntut ilmu.

“Diskusi yang berlangsung menunjukkan antusiasme luar biasa dari kader Kohati Cabang Mataram, dengan argumen yang tajam dan penuh semangat, sehingga mencerminkan bahwa energi perjuangan masih sangat hidup. Semangat Habis Gelap Terbitlah Terang yang diwariskan oleh R.A Kartini terasa nyata dalam jalannya diskusi, yang tidak hanya berhenti pada romantisme sejarah, tetapi juga mampu dikaitkan dengan realitas pendidikan perempuan masa kini. Ia juga berpesan agar ke depannya Kohati Cabang Mataram terus menjaga dan meneruskan semangat perjuangan tersebut, memastikan bahwa nilai-nilai Kartini tetap hidup, tidak hanya dalam diskusi tetapi diwujudkan dalam aksi nyata,” Tuturnya.

Terakhir, pesan kesan dari kader KOHATI komisariat FKIP UNRAM menyampaikan bahwa Kegiatan “Smart KOHATI” merupakan inisiatif yang relevan dan mendalam untuk menjembatani nilai-nilai perjuangan Kartini dengan dinamika pendidikan perempuan di era modern. Kesan utama yang muncul ketika penyampaian narasumber adalah adanya semangat intelektual yang kuat dari para aktivis perempuan HMI Cabang Mataram untuk terus menghidupkan api literasi dan emansipasi melalui diskusi yang substansial dan terarah.

Sebagai pesan, semoga refleksi pemikiran ini tidak hanya berhenti di ruang diskusi saja, melainkan mampu bertransformasi menjadi aksi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta pemberdayaan kader perempuan, sehingga sosok Kartini masa kini benar-benar lahir melalui karakter yang cerdas, berdaya, dan mandiri secara pemikiran.

Melalui kegiatan Smart KOHATI ini, Kohati Cabang Mataram tidak hanya menghidupkan kembali semangat perjungan Kartini, tetapi juga mendorong kader untuk mampu membaca realitas kebijakan secara lebih tajam dan kontekstual. Dengan demikian, perjuangan perempuan masa kini tidak hanya berhenti pada tataran wacana, namun juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendorong kebijakan pendidikan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. (Yazid)