oleh

20 Guru Ngaji Belum Ambil Insentif

banner 300500

Sekitar 20 dari 1560 guru ngaji yang mendapatkan insentif belum mengambil haknya. Dari itu diharap guru ngaji itu segera mengambil insentifnya. Diterangkan juga, tahun berikutnya akan diupayakan penambahan penerima insentif, sebab diakui masih banyak guru ngaji yang belum terdata.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat pada Sekretariat Daerah Lombok Timur, Inggu Hardi menuturkan jika pihaknya telah berupaya penuh untuk menyalurkan insentif bagi guru ngaji (baca Al-Qur’an, red) di Lombok Timur yang jumlahnya hingga 1560 orang.

“Tim kami di setiap kecamatan tetap menunggu di hari libur, tapi ternyata masih ada sekitar 20 guru ngaji belum mengambil insentifnya,” kata dia di kantornya, Senin (18/05/2021).

Masih lanjutnya, bagi guru ngaji yang belum mengambil insentif, pihaknya menunggu kedatangan para guru ngaji itu di kantornya, guna mengambil hak mereka. “Sekarang uang mereka ada di kantor, kita tunggu di sini. Tidak di kecamatan lagi,” jelasnnya dan menduga guru ngaji yang belum mengambil insentif itu masih di luar daerah atau bahkan menjadi Pekerja Migran.

“Kita tunggu, kalau misal guru ngajinya jadi PMI atau masih di luar daerah. Silahkan anak atau istrinya tinggal bawa KTP atau KK ke kantor untuk mengambil insentif ini,” pesan Inggu.

Papar dia lagi, besaran insentif yang diterima oleh setiap guru ngaji itu sebesar Rp 1,5 juta, dan bagi imam masjid besar kecamatan sebesar Rp 6 juta. “Per bulan Rp 250 ribu, itu kita rapel, dan untuk imam masjid besar kita kasi takmirnya. Nanti mereka atur,” bebernya serta menyebut jika anggaran untuk itu sebesar Rp 2,4 M.

Lebih jauh, Inggu Hardi menyebut jumlah guru ngaji yang mendapat insentif itu belum seluruhnya terdata. Dari itu di tahun anggaran berikutnya pihaknya akan mengusulkan tambahan penerima insentif, minimal satu guru ngaji per satu wilayah (dusun, red).

“Tahun depan kita upayakan minimal sesuai dengan jumlah wilayah, yang ada. Karena sudah ada pemekaran. Mudah-mudahan diterima BPKAD,” tuturnya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT