oleh

Tragis! Polisi Tewas Ditembak Polisi, HP Istri Pelaku Diamankan

banner 300500

 

Satu anggota Polres Lotim tewas ditembak oleh rekan sesama polisinya. Pelaku telah diamankan, berikut barang bukti, salah satunya HP milik istri pelaku.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Peristiwa berdarah terjadi di lingkup Kepolisian Resor (Polres) Lombok Timur. Pasalnya satu personel Polres Lombok Timur inisial (KT) tewas tertembak di kediaman pribadinya sore hari tadi sekitar Pukul 15:00 Wita, oleh pelaku sesama polisi inisial MN (38), setelah pelaku mendatangi rumah korban.

Dijelaskan oleh Kapolres Lombok Timur, AKBP. Herman Suriyono, S.IK, korban KT merupakan personel yang bertugas di Bagian Humas Polres Lombok Timur, sementara pelaku MN, merupakan personel Polsek Wanasaba. “Korban adalah personel yang bertugas di Humas Polres, sedangkan pelaku adalah personel yang bertugas di Polsek Wanasaba,” katanya dalam konferensi pers, Senin petang (25/10/2021).

Masih lanjut Herman, pelaku menembak korban menggunakan senjata organik laras panjang tipe V2, yang merupakan senjata milik Polsek, di mana pada hari kejadian pelaku tengah tugas piket di Mapolsek Wanasaba. “Korban ditembak dengan senjata organik laras panjang, senjata ini bukan pegangan perorangan. Pelaku membawa senjata sembunyi-sembunyi,” imbuhnya.

Dikatakan Herman, setelah olah TKP, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB, guna dilakukan visum et repvertum dan proses autopsi. Sementara pelaku MN sendiri telah diamankan berserta barang bukti di Mapolres Lombok Timur. Adapun barang bukti meliputi 2 selongsong peluru, 3 handphone, diantaranya milik dari korban, pelaku, dan istri pelaku, berserta satu pucuk senjata laras panjang, dan kendaraan dinas roda dua milik pelaku.

“Pelaku dan barang bukti kita amankan, untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Ditegaskan oleh Herman, terkait motif pelaku belum bisa disampaikan, karena masih proses penyelidikan, sedangkan untuk pasal yang dikenakan kepada pelaku untuk sementara Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dan akan disesuaikan dengan hasil penyelidikan dan penyidikan nantinya.

“Saat ini pelaku langsung diperiksa intensif, berikut dengan saksi juga dilakukan secara maraton. Untuk sementara pasal yang dikenakan 338 terkait pembunuhan, dan sudah dapat dipastikan pelaku PDTH, karena melanggar kodek etika anggota Polri,” tandasnya. (Pin)

BERITA TERKAIT