oleh

Rekanan yang Gagal Tuntaskan Proyek di PUPR Lotim akan “Diblacklist”!

banner 300500

Kepala Dinas PUPR nyatakan hampir semua pekerjaan yang bersumber dari DAK rampung. Hanya saja terdapat beberapa pekerjaan yang tertunda karena faktor alam, dari itu pihaknya memberikan perpanjangan kontrak, jika tidak juga dapat dituntaskan, maka dengan tegas pekerjaan itu dihentikan dan rekanan itu akan diblacklist di Dinas PUPR untuk seterusnya.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Timur, Ir. Marhaban menyatakan jika pekerjaan proyek di Dinas PUPR yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) secara keseluruhan hampir rampung.

“Hampir semua pekerjaan yang bersumber dari DAK selesai 100 persen,” katanya di Kantor Bupati seusai rapat, Jum’at (02/07/2021).

Hanya saja sambung dia, terdapat beberapa pekerjaan irigasi di Bidang Pengairan yang belum rampung, lantaran beberapa faktor, utamanya faktor alam sehingga diberikan adendum (perpanjangan waktu, red) untuk segera menuntaskan sesuai kontrak kerja.

“Hanya saja ada beberapa pekerjaan irigasi baru 40 persen, itu diberikan perpanjangan atau adendum kontrak, dan saat ini pekerjaannya itu terus dikebut” imbuhnya dan menyatakan jika akhir Agustus semua pekerjaan di dinasnya harus rampung.

Masih kata dia, bagi rekanan yang telah diberikan adendum, dan tidak berhasil menuntaskan pekerjaannya sesuai yang ditentukan, maka pihaknya akan bersikap tegas dan meminta pekerjaan itu dihentikan dan akan dilanjutkan kembali di APBD Perubahan.

“Kita akan bayar sesuai volume yang dipasang, kemudian kita akan anggarkan dan ajukan pekerjaan itu lagi di anggaran perubahan, itu pun kalau rekanan itu telah melakukan kewajibannya” tegasnya.

Ditegaskan dia, bagi rekanan yang gagal menuntaskan pekerjaannya itu, maka dipastikan rekanan itu tidak akan dapat mengikuti proses lelang di massa berikutnya di Dinas PUPR, hal itu dilakukan sebagai bentuk sanksi dan pembelajaran bagi rekanan lainnya.

“Kita blacklist, kita tidak akan kasih dia masuk lagi di Lombok Timur,” tandasnya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT