oleh

Dinas Perkim dan PUPR Lotim Kolaborasi Bangun RTLHS

banner 300500

Tahun ini program di Dinas Perkim alami pengurangan, dan oleh pemerintah pusat dialihkan pengerjaannya di Dinas PUPR. Dari itu kedua dinas itu terus melakukan sinkronisasi, sehingga salah satu program dari kedua dinas (RTLH dan Sanitasi) pengerjaannya disatukan untuk membangun RTLHS.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Pada Tahun Anggaran (TA) 2021, program pembangunan di Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Lombok Timur (Lotim) alami pengurangan, sebagai imbas dari peraturan Kemendagri tahun 2020 yang menyatakan jika pengerjaan program sanitasi dan jalan penghubung antar desa (trandes) dilakukan di Dinas PUPR.

“Pada tahun 2021 ini kegiatan di Perkim justru berkurang. Sanitasi dan trandes ada di PU, yang kita kerjakan tahun ini RTLH, saat ini baru tahap persiapan. Hal itu karena adanya Peraturan Kemendagri Tahun 2020 sehingga pelaksanaannya tahun ini,” kata Sahri di ruang kerjanya, (08/01/2021).

Karena tahun ini Dinas Perkim praktis hanya mengerjakan Rumah Tidak Laik Huni (RTLH), maka proses penjajakan dan komunikasi intensif terus dilakukan dengan semua pihak, sebab secara presisi belum ditentukan jumlah pasti berapa unit RTLH yang akan direalisasi, baik yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan Pokok Pikiran (Pokir) DPR.

“Saat ini kita masih sedang komunikasikan, baik dengan pusat dan pihak balai sedang berlangsung. Target RTLH 100 unit lebih dari DAK, dari Pokir belum jelas datanya, kemudian dari BSPS 500 lebih, tapi belum jelas keseluruhannya, yang jelas tahun ini lebih sedikit,” ucapnya.

Ditemui di tempat terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas PUPR Lotim, Indar Jaya Kusuma membenarkan keterangan dari Dinas Perkim, jika memang program pengerjaan Sanitasi tahun ini dilakukan oleh Dinas PUPR melalui bidangnya.

“Ya memang saat ini kami di Dinas PUPR tempatnya, khususnya kami di Bidang Cipta Karya mengerjakan Sanitasi, kalau trandes di Bidang Bina Marga, tahun kemarin memang di Dinas Perkim,” terangnya.

Sambung Indar, pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan Dinas Perkim, karena sebelumnya pada tahapan perencanaan sudah dilakukan di Perkim, sehingga sinkronisasi pengerjaan program itu dilakukan, dari itu disepakati jika yang akan dibangun yaitu Rumah Tidak Laik Huni Sehat (RTLHS)

“Tentu kita tetap ada komunikasi rencana dari Perkim kita lanjutkan. Perkim akan membangun RTLH, maka kita akan sinkronkan dengan kegiatan kita, sehingga rumah yang dibangun tidak hanya laik huni tetapi juga sehat, sehingga yang akan dibangun RTLHS,” tutupnya.(Cr-Pin)

BERITA TERKAIT