Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Lombok Timur (Lotim) bantah proyek drainase mangkrak. Tapi pengerjaan tengah dimulai, bahkan ditargetkan selesai sebelum Desember.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Kepala Dinas Perkim Lotim, Ir. Sahri membantah jika proyek pengerjaan sanitasi berupa saluran drainase pada tiga titik di Kota Selong tersendat, melainkan saat ini pengerjaannya masih berlangsung oleh pihak rekanan.
“Kita sudah maping sepenuhnya. pertama yang harus selesai RTLH, itu sudah 100 persen, kedua ada juga paket lain yang sifatnya PL di 15 lokasi, termasuk dengan yang ditanyakan, ada juga Trandes. Untuk yang ditanyakan ini bukan tidak dikerjakan, tapi belum rampung,” katanya, Kamis (01/10/2020).
Sahri juga menjelaskan, dari ketiga titik pengerjaan saluran drainase, merupakan tiga paket berbeda dengan pagu anggaran yang berbeda juga.
“Pagu anggaran di tiga titik itu berbeda, di persimpangan PTC pagunya 405 juta PTC, depan Makam Pahlawan 405 juta dan di Lendang Bedurik 450 juta,” lanjutnya.
Ditanyakan terkait alasan mengapa pihaknya dan rekanan tidak memulai pengerjaan drainase di Lendang Bedurik yang letak posisi elevasinya lebih rendah dengan dua titik yang lain, Ia menjawab rinci.
“Banyak pertimbangan yang dilakukan sehingga kita kerjakan mulai di depan PTC, pertama di sana adalah pintu masuk kota yang pertama kali dilihat, kita tahu di sana kalau hujan sedikit saja langsung tergenang, sedimentasinya tinggi, dan juga terkait tadi kita berdasar prakiraan cuaca juga, karena musim hujan lebih cepat tahun ini” paparnya.
“Untuk diketahui juga saluran yang di PTC itu tidak terhubung dia dengan yang ada di Lendang Bedurik, jadi tidak ada hubungannya dengan yang tadi,” imbuhnya.
Ditanyakan terkait target waktu pengerjaan dari proyek itu, dirinya menegaskan bahwa semua akan rampung sebelum bulan Desember mendatang.
“Jadi seluruh pekerjaan kami di Dinas Perkim ini kami upayakan tidak akan sampai Desember,” katanya. (Cr-Pin)








