Kode Terakhir Ketua PDIP NTB! 777 Kader Mengguncang Selong, Target Bangkit dari Tiga ke Enam Kursi

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id — Musyawarah Anak Cabang DPC PDI Perjuangan se-Kabupaten Lombok Timur di Gedung Wanita Selong, Sabtu (14/2/2026), berubah menjadi panggung konsolidasi besar-besaran. Sebanyak 777 kader dari PAC dan ranting memadati arena, mengirim sinyal keras: mesin partai siap dipanaskan dari akar rumput.
Acara dibuka Ketua DPD partai tingkat provinsi Rachmat Hidayat. Rangkaian kirab panji, hening cipta yang dipimpin Ahmad Amrullah, hingga pembacaan “Dedication of Life” Sukarno menghadirkan nuansa ideologis yang kental. Hadir pula jajaran pengurus provinsi, DPC, serta anggota legislatif dari tingkat daerah hingga pusat, termasuk perwakilan DPR RI.
Ketua DPC Lombok Timur Ahmad Sukro menegaskan Musancab bukan sekadar formalitas lima tahunan. “Ini momentum jujur melihat diri sendiri dan membenahi struktur sampai ranting. Kita harus bangkit dan kembali terasa di tengah rakyat,” ujarnya di hadapan peserta yang kompak menggemakan kesiapan.
Sorotan utama datang saat Rachmat Hidayat menghadirkan para pejuang partai era 1980-an sebagai pengingat sejarah. Ia mengulas fase ketika partai berhasil meraih enam kursi di DPRD Lombok Timur, namun hak kursi pimpinan justru dialihkan kepada Partai Persatuan Pembangunan. “Itu bukan untuk diratapi. Jadikan bahan bakar. Dari tiga kursi hari ini, kita bisa kembali ke enam,” katanya, disambut tepuk tangan panjang.
Rachmat menekankan kunci kebangkitan ada pada kerja lapangan: kader harus rutin menyapa warga, menguatkan PAC dan ranting sebagai mesin utama, serta menyiapkan ruang bagi generasi muda. Ia menyebut Pemilu 2029 sebagai momentum emas anak muda—cerdas, kritis, dan independen—untuk tampil di garis depan.
Di sela arahan, Rachmat juga memberi “kode keras” bahwa masa kepemimpinannya di tingkat provinsi memasuki periode terakhir. “Saya akan keliling kecamatan di Lombok Timur dan Pulau Lombok. Saya ingin pastikan struktur hidup dan benar-benar bersama rakyat,” tegasnya. Ia diketahui kembali dikukuhkan memimpin di Nusa Tenggara Barat dan akan menuntaskan periode hingga 2030.
Musancab kali ini menegaskan satu pesan utama: konsolidasi dimulai dari bawah, sejarah dijadikan kompas, dan target kebangkitan dipasang terang—menempel pada rakyat, bekerja bersama rakyat. Dengan komposisi peserta yang didominasi kader muda, partai berharap regenerasi bukan sekadar pergantian usia, melainkan kesinambungan nilai dan keberanian.(CR-Max)