oleh

Prahara Insentif Guru PAUD, Himpaudi Gedor Dikbud Lotim

banner 300500

Himpaudi lakukan hearing dengan jajaran Dikbud Lombok Timur, dengan tujuan menanyakan kejelasan dari insentif bagi guru PAUD. Sebelumnya telah diberikan insentif bagi 600 guru PAUD, tapi data penerima itu dianggap siluman, sebab didalamnya hanya ada 80 anggota Himpaudi. Dari itu Himpaudi mendesak perubahan data dan penerima dari insentif itu.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Lombok Timur, Usman S.Pd beserta anggotanya lakukan hearing dengan jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, guna mempertanyakan arah dan data penerima insentif untuk guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang ditujukan pada 600 orang guru.

“Kita tadi sudah sepakat tidak aksi di luar, tapi kita hearing dan diskusi. Ada insentif bagi 600 guru PAUD, mana data-datanya supaya kita tahu,” katanya, (17/04/2021).

Masih kata dia, dua tahun sebelumnya terdapat oknum inisial SI yang keliling mencari data bagi 600 penerima insentif, lalu data yang didapat oleh oknum itu diduga dijadikan dasar pemberian insentif, dan itu akan dilanjutkan. Sementara sebagian besar dari 600 orang itu bukan merupakan anggota dari Himpaudi, dari itu ia berkeinginan penerima insentif itu diganti.

“Banyak guru PAUD kami yang pengabdiannya lama. Mungkin karena titipan, mereka tidak dapat insentif. Itu yang ingin kita ganti,” paparnya, seraya menyebut jika insentif itu diusulkan melalui Dikbud kemudian dibayar kemungkinan besar melalui bansos bupati.

Lanjut dia, hal yang ingin dia tepis adalah anggapan miring dari para anggota Himpaudi kepada dirinya. Pasalnya ketika Bupati Sukiman sempat ditanyakan oleh salah seorang anggota Himpaudi terkait pemberian insentif yang merupakan janji politik dari Sukiman lalu, bupati menyebut jika ia telah memberikannya bagi 600 guru PAUD, dan mengarahkan agar hal itu ditanyakan kepada Ketua Himpaudi.

“Jadi selama ini kita butuh keterbukaan sebenarnya, agar saya juga sebagai Ketua Himpaudi tidak difitnah oleh teman-teman kami. 600 orang itu di mana, kami tidak tahu. Kalau insentif kepada 80 orang kami tahu, dan itu kami bagi ke semua kecamatan,” tegasnya sembari menyebut jika jumlah guru PAUD di Lombok Timur sebanyak 4.672 orang yang masih terkatung nasibnya.

Dikonfirmasi akan hal itu ditempat yang sama, Kepada Dinas Dikbud Lombok Timur, Dewanto Hadi menyebut dirinya menyikapi apa yang dilakukan oleh Himpaudi sesuai dengan perannya yang ada, dan terkait dengan insentif bagi 600 guru PAUD, ia menyatakan tidak tahu akan itu. Dengan alasan kejadian itu terjadi di saat ia belum menjabat. Dari itu ia mengatakan akan mencari tahu kepada pejabat lama terkait praktek tersebut.

“Itu kan dulu. Saya akan menelusuri dari awal terkait dengan insentif bagi 600 guru PAUD. Nah saya tidak bisa menjawab sekarang, saya harus menelusurinya dari pejabat sebelumnya, supaya ada referensi saya,” katanya.

Dirinya melanjutkan, pada prinsipnya pemerintah memikirkan kesejahteraan dari para guru PAUD tersebut. Dari itu disebutkan, pemerintah tetap akan proporsional karena insentif itu berkaitan erat dengan ketersediaan anggaran.

“Tidak semua bisa kita cover, yang jelas pemerintah tetap proporsional. Memang akhirnya adalah aspek anggaran,” sebutnya.

Terkait dengan dugaan peran SI selaku orang yang keliling mencari data yang kemudian diusulkan menjadi penerima insentif dua tahun silam, media ini melakukan konfirmasi kepada bersangkutan melalui jaringan seluler, di mana dia mengatakan tidak terlibat dan tidak tahu menahu akan hal itu.

“Kok saya yang disebut, apa hubungannya cobak dengan saya. Saya tidak tahu dan tidak terlibat dan tidak ada hubungannya dengan saya,” katanya singkat sebelum memutus salurannya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT