oleh

Penculik Bayi di Desa Toya, Ditangkap Polres Lotim di Bali

banner 300500

Polres Lombok Timur berhasil mengamankan pelaku penculikan bayi yang beraksi di Desa Toya di Bali. Pelaku menculik keponakannya sendiri, dan dibawa ke Bali untuk ditunjukkan kepada suaminya jika bayi yang diculiknya itu adalah anak hasil pernikahannya. Di mana sebelumnya bayi hasil pernikahannya dengan sang suami, pelaku berikan kepada orang lain, yang belum diketahui keberadaannya saat ini.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Polres Lombok Timur berhasil menangkap pelaku penculikan anak yang terjadi di wilayah Desa Toya Kecamatan Aikmel Lombok Timur.

Pelaku menculik anak dari sepupunya sendiri (keponakan, red). Adapun pelaku penculikan ini berinisial M yang merupakan warga Desa Toya, Aikmel, tapi setelah menikah dan menetap di Bali, pelaku merubah namanya dengan inisial IK.

“Kita tangkap pada hari Minggu (28/03) kemarin di Denpasar Bali, kemudian kami sampai ke sini hari Selasa (30/03) bersama pelaku, “kata Kasatreskrim Polres Lombok Timur AKP. Daniel P Simangunsong, Selasa (06/04/2021).

Berdasarkan informasi yang didapat awak media ini, tindakan penculikan ini berawal ketika pelaku melahirkan seorang anak dari suaminya yang berasal dari Bali. Kemudian, saat suaminya ke Jakarta untuk bekerja, dirinya melahirkan anak di klinik bersalin di wilayah Bali dan menjualnya ke orang lain.

Berselang waktu kemudian, suaminya pulang ke Bali dan menanyakan keberadaan anaknya. Kemudian istrinya yang saat ini menjadi pelaku penculilan mengaku kalau anaknya yang dilahirkan itu ada di Lombok bersama neneknya.

“Jadi anak kandungnya sudah dijual, ketika suaminya bertanya mana anaknya, dia menjawab kalau ada di Lombok,” jelasnya.

Setelah mendengar jawaban dari istrinya yang menyatakan anaknya di Lombok, suami pelaku meminta agar istrinya mengambil buah hatinya. Akhirnya setelah tiba di Lombok, pelaku menghampiri ibu dari bayi yang diculiknya dengan mengatakan kalau anaknya akan dimakan tuselak (hantu, red) pada malam bulan purnama, sehingga pelaku IK menyarankan agar saudaranya menginap di rumahnya.

Setelah mendengar dari pernyataan pelaku, kemudian ibu bayi yang diculiknya mengiyakan, dan menginap dirumah pelaku keesokan harinya, lalu pagi harinya pelaku beralasan akan membawa bayi sepupunya itu untuk diajak ke pasar. Ternyata, bukannya ke pasar, justru pelaku membawanya ke Bali, dan menunjukkan ke suaminya kalau itu adalah anaknya. “Setelah anak ini dinyatakan hilang, korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Polres, dan kita langsung melakukan pengejaran,” jelas Daniel.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi yang datang ke Denpasar langsung menuju rumah dimana pelaku tinggal bersama anak yang diculik. Ternyata, sesampai di di tempat itu, keluarga pelaku penculikan bersikeras mempertahankan bayi yang diculik itu.
“Kita mengambil pelaku dan bayi itu sampai dikepung, tapi setelah kita jelaskan kita berhasil mengambil bayi dan pelaku, dan langsung membawanya ke Lombok Timur,” papar Daniel.

Sementara itu, pelaku IK membantah dirinya melakukan penculikan. Menurutnya, bayi itu merupakan keponakannya sendiri dan beralibi hanya dipinjam untuk menunjukkan kepada suaminya. “Jadi saya tidak pernah menculik, saya hanya pinjam saja,”katanya.

Sementara itu, terhadap tuduhan ia menjual anaknya, dirinya mengaku tidak menjualnya, tetapi memberikan ke orang yang membutuhkan. Dimana dirinya memberikan dengan niat yang ikhlas karena telah membantunya dalam membiayai persalinan. “Suami saya awalnya tidak mau terhadap bayi ini, makanya saya berikan ke orang lain,” kilahnya.

Terkait keberadaan dari anaknya sendiri, IK menyatakan dirinya tidak tahu di mana tempatnya sekarang. Dan menyatakan, pun ditemukan ia yakin anaknya dirawat dengan baik, dan yang ia berikan tidak akan mau untuk mengembalikannya kembali. “Saya juga memberikan dengan ikhlas,” ucap pelaku singkat. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT