oleh

Legislatif Dukung Langkah Dispar Lotim Siapkan Akomodasi MotoGP

banner 300500

 

Menjelang perhelatan MotoGP, Dispar Lotim terus menggenjot ketersediaan fasilitas akomodasi yang layak bagi wisatawan. Terkait itu, legislatif mendukung penuh Dispar dalam realisasi hal tersebut.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Sekretaris Dinas Pariwisata Lombok Timur, Widayat menegaskan semakin dekatnya pagelaran even MotoGP di Sirkuit Mandalika pada Februari nanti mengharuskan pihaknya untuk terus berbenah agar Lombok Timur sebagai daerah penyangga mendapat nilai tambah dari pagelaran tersebut, dari itu ditekankan olehnya, saat ini pihaknya tengah menggenjot fasilitas yang dibutuhkan oleh para wisatawan domestik ataupun mancanegara.

Fasilitas terpenting yang saat ini menjadi fokus utama tekan dia adalah tersedianya akomodasi yang layak dan berstandar internasional yang dijamin dengan dikantonginya CHSE (Cleanliness, Health, Safety, anEnvironmental Sustainable) oleh pemilik dari anda akomodasi.

“Kita sudah melakukan sertifikasi terhadap hotel dan rumah makan sesuai CHSE. Alhamdulillah 70 persen hotel dan rumah makan kita sudah berstandar CHSE, itu bentuk kesiapan kita,” katanya, Selasa (11/01/2022).

Masih kata dia, pihaknya sangat berharap pelaku wisata, khususnya bagi pemilik jasa akomodasi yang belum mengantongi standar CHSE untuk meningkatkan kualitas layanannya. Di sisi lain juga, dirinya berharap bagi pelaku wisata untuk bekerjasama dengan agen pemandu wisata atau trip organizer (TO), sebab para wisatawan pasti akan menjadikan dua hal itu dasar utama dalam memilih destinasinya.

“MotoGP ini segmennya quality tourism utamanya dari mancanegara. Pasti mereka ada beli paket wisata di TO, nah pasti TO itu akan pilih hotel dan rumah makan yang mengantongi CHSE. Kita harap pelaku wisata kita gesit dan memperhatikan itu,” tekannya.

Sambung Widayat, dari 22 hotel yang mengantongi sertifikat CHSE di Lombok Timur, jumlah kamarnya mencapai 358 kamar, sedangkan non-hotel seperti homestay berjumlah 112 dengan jumlah kamar sebanyak 520 buah kamar, sehingga total keseluruhan kamar penginapan baik hotel dan homestay berjumlah 778 kamar.

“Kamar hotel kita tersedia 358, non-hotel seperti homestay 520 kamar. Totalnya 778 kamar, ya tentu kita harap semua itu dipenuhi, karena jumlah itu sebenarnya kurang kalau dibandingkan dengan estimasi kebutuhan kamar,” tekannya.

Sementara itu, Ketua DPRD Lombok Timur, Murnan menegaskan jika pihaknya mendukung penuh laju pariwisata di Lombok Timur, sehingga ia memberi kritik jika selama ini sektor pariwisata minim perhatian dari pemerintah daerah. “Kita dukung penuh itu, sekali political wil begitu minim dengan anggaran seadanya. Saya rasa itu harus didorong, utamanya terkait dengan konektivitas Mandalika dengan kita selaku penyangga,” tegasnya.

Ia juga senada dengan apa yang dituturkan oleh Sekdis Pariwisata, jika ketersediaan hotel dan restoran mesti menjadi poin penting yang harus direalisasikan dengan cepat, sebelum terselenggaranya MotoGP nanti, sebab itu adalah kebutuhan primer bagi para wisatawan.

“Di tengah sulitnya investor membangun karena banyak persoalan lahan, saya rasa ketersediaan rumah makan harus menjadi penting, di kawasan Batu Nampar dan sekitarnya. Saya rasa itu gampang, kalau semua pihak berkerjasama,” tutupnya. (Pin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKAIT