oleh

Kapolda NTB Pastikan WSBK dan MotoGP Berdampak Positif Bagi NTB

banner 300500

 

Kapolda NTB hadiri dialog publik yang dihelat oleh HMI Cabang Mataram. Ditegaskan dia, gelaran WSBK dan MotoGP akan memberi multiflier effect bagi NTB. Dari itu ditekankan, pihaknya selalu mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap persoalan di KEK Mandalika.

MATARAM, Corongrakyat.co.id- Kapolda NTB Irjen Pol. Mohammad Iqbal menjadi keynote speaker pada acara dialog publik yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram dengan tema “Meninjau Multiplier Effect Perhelatan WSBK Terhadap Pembangunan NTB” bertempat di sekretariat HMI Cabang Mataram.

Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh Wadir Intelkam Polda NTB, Kabid Pemasaran Dispar Provinsi NTB, Vice President Contruction and SRM ITDC, Ketum HMI Cabang Mataram, Ketum KOHATI HMI Cabang Mataram, dan Kabid Partisipasi Pembangunan Daerah HMI Cabang Mataram

Kapolda NTB Irjen Mohammad Iqbal membuka dialog tersebut menjelaskan keberhasilannya terkait penyelesaian lahan di Sirkuit Mandalika.

“Penyelesaian lahan di Sirkuit Mandalika tersebut dilakukan secara bersama demi kesuksesan Provinsi NTB mengusung event internasional. Kami terus mengajak stak holder terkait berkomunikasi agar penyelesaian lahan tersebut bisa selesai dengan mengedepankan prinsip pendekatan kepada masyarakat setempat dan secara humanis,” katanya (15/11/2021).

Terkait dengan tema yang diusung dalam kegiatan itu, Irjen Iqbal juga mengutip apa yang dikatakan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto ketika melakukan kunjungan kerja di Sirkuit Mandalika bahwasanya perkiraan potensi ekonomi pada pergelaran WSBK dan MotoGP minimal mencapai 500 Milyar. Iqbal mengatakan bahwa angka tersebut merupakan multiplier effect dari pergelaran WSBK dan MotoGP yang akan digelar di Sirkuit Mandalika.

“Angka capaian 500 M teraebut merupakan Multiplier effect dari pergelaran yang diperkirakan akan ditonton oleh 130.000 penonton dengan catatan dengan tetap mengepankan protokol kesehatan serta Potensi penambahan tenaga kerja oleh multiplier effect di Mandalika tersebut hampir mencapai 8000 orang. Artinya Ini suatu keberkahan bagi provinsi NTB,” jelasnya.

Iqbal pun menambahkan bahwas terjadinya gangguan keamanan 90 persen diakibatkan oleh residu tidak sempurnanya pengelolaan terkait ideologi, politik, ekonomi dan sosial budaya.

“Apabila Perkembangan ekonomi dan sosial budaya sudah sempurna, maka gangguan keamanan pasti akan terminimalisir karena teorinya ialah jika Kesejahteraan meningkat, maka gangguan keamanan pasti menurun begitu juga sebaliknya,” ujarnya.

Di penghujung arahannya, Iqbal mengajak para pemuda agar diskusi yang dilakukan menghasilkan ide cerdas dan kritis yang nantinya akan disampaikan kepada pemerintah daerah.

“Selamat berdiskusi, semoga diskusi ini menghasilkan ide-ide yang cerdas dan kritis, agar nantinya hasilnya bisa disampaikan ke pemerintah daerah. Sebab pemikiran para pemuda adalah pemikiran segar, strategis, karena para pemuda adalah generasi muda penerus pembangunan nasional,” tandasnya. (Pin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKAIT