oleh

Kisruh Zakat Kemenag Lotim, H. Nas: Kita Jangan Saling Menjelekkan!

banner 300500

 

Kisruh tata kelola dana ZIS di Kemenag Lotim ditanggapi oleh H. Nasrudin, dikatakan dia tidak elok bagi pimpinan untuk menjelekkan pimpinan sebelumnya. Terungkap juga, dana ZIS yang disetorkan oleh Kemenag lebih 50 juta per bulan, di mana 70 persen dari itu disalurkan kembali pihaknya ke Kemenag.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Kisruh dugaan pemotongan dana zakat di lingkup Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Timur bergulir, kali ini tanggapan atas hal itu muncul dari mantan Kepala Kantor Kemenag Lotim, H. Nasrudin.

Menurut dia, pada masa kepemimpinan dia dan sebelumnya, sebagai lembaga vertikal, Kepala Kemenag diperbolehkan untuk mengelola dana zakat, infaq dan shadaqah yang dihimpun dari jajaran dibawahnya. Di mana dana itu dipergunakan untuk memenuhi permohonan bantuan dana dari lembaga keagamaan.

“Di jaman saya dan sebelumnya, infak dari pegawai boleh dikelola oleh Kemenag, diantaranya untuk memenuhi proposal yang sangat banyak dari lembaga keagamaan semisal Ponpes tempat ibadah,” katanya (27/09/2021).

Lanjutnya, baru kemudian setelah masa Bupati Ali BD, dibentuk Bazda untuk mengatur dana ZIS, dari itu dikatakan dia, Kemenag ikut serta berkontribusi untuk menyalurkan sebagian dari ZIS yang terhimpun di internal kepada Bazda. “Sebagai instansi vertikal, waktu itu kita juga ikut berkontribusi, yaitu menyetorkan sebagian ke Bazda, sebagiannya dikelola di Depag,” paparnya.

Ditegaskan dia juga, bahwa dia menduga kepala dan jajaran Kemenag Lotim yang sekarang tidak mau repot untuk mengelola ZIS, sehingga diserahkan dan diatur oleh Baznas. Tapi kata dia, berdasarkan informasi yang didapatnya, Kemenag Lotim kembali menarik dana ZIS yang telah disalurkan dari Baznas, untuk kemudian kembali disalurkan oleh Kemenag.

“Tetapi saya dengar info, setelah disetor ke Bazda ditarik kembali untuk disalurkan oleh depag,” beber sosok yang juga mantan Kanwil Kemenag Provinsi NTB itu.

Dia juga mengulas, tidak baik bagi seorang pimpinan untuk berujar yang sifatnya membanding-bandingkan, apalagi menjelekkan pemimpin sebelumnya, karena dikatakan dia, kinerja dari setiap pimpinan tidak ada yang sempurna. “Pemimpin itu jangan menjelekkan yang sebelumnya. Karena belum tentu juga kita lebih baik dari sebelumnya,” sebutnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Baznas Lotim, Ismul Bashar mengatakan setiap bulannya Kemenag Lotim menyalurkan lebih dari Rp 50 juta zakat dari para jajarannya, dan jumlah itu tetap stabil semenjak masa kepemimpinannya dari 2019 silam.

“Di masa saya sejak tahun 2019 berjalan baik. Per bulan lebih Rp 50 juta. Terkait sebelumnya, silahkan saja gali bagaimana proses pengelolaannya,” ujarnya melalui saluran telpon aplikasi percakapan.

Terkait dengan informasi jika Kemenag Lotim menarik kembali dana ZIS yang telah disalurkan ke Baznas, dirinya membantah hal itu. Akan tetapi, dikatakan dia Baznas lah yang mendistribusikannya ke Kemenag sebesar 70 persen dari total ZIS yang disalurkan.

“Kita distribusi kembali 70 persen. Itu secara gelondongan, dan ada laporan lengkapnya dari sana, terkait dengan penggunaannya. Karena memang Kemenag banyak memiliki lembaga dan tenaga honorer, baik itu pegawai atau guru di madrasah-madrasah,” beber Ismul.

Pada pemberitaan sebelumnya, Kepala Kemenag Lotim, Sirojudin menyatakan jika terdapat indikasi pelanggaran (pemotongan, red) dalam pengelolaan dana ZIS di Lingkup Kemenag Lotim, di mana hal itu diketahui olehnya dan langsung merapikan pengelolaan ZIS sesuai dengan aturan berlaku.

Ditegaskan juga olehnya, jika terkait dengan indikasi pemotongan itu, telah diadukan ke Ombudsman RI Perwakilan NTB, di mana saat ini penanganan kasusnya masih berproses. (Pin)

BERITA TERKAIT