oleh

Kemenag Lotim Imbau Masyarakat Tidak Ikut-ikutan Video “Azan” Viral

banner 300500

Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Timur (Lotim) imbau masyarakat di Lotim untuk tidak terpancing menyebarluaskan dan ikut-ikutan terkait video “azan” yang viral terakhir ini. Para tokoh agama dan masyarakat diharapkan turun langsung, guna mencegah gesekan yang mengganggu kondusifitas di masyarakat.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Kepala Kantor Kemenag Lotim, Sirojuddin menanggapi viralnya video azan yang ketika dikumandangkan terdengar jelas mengganti ajakan sholat dengan ajakan berjihad.

“Azan ini kan seruan bagi kita dari dulu untuk melaksanakan sholat bukan untuk jihad, jangan ada yang dirubah-rubah,” katanya, Rabu (02/12/2020).

Dari itu Sirojuddin berpesan kepada masyarakat Lotim untuk tidak mengikuti hal itu karena dianggapnya tidak pantas dan bertentangan dengan kebiasaan yang diwariskan oleh ulama terdahulu.

“Kami juga mengimbau khususnya kepada masyarakat di Lombok Timur tentu kami berharap agar tidak terpancing dan ikut-ikutan terkait hal-hal seperti itu. Azan itu kan dari dulu panggilan untuk sholat, jangan kita tambah-tambah lah dengan yang lain,” tuturnya.

Terkait hal itu, Sirojuddin mengaku dengan segera, dirinya akan membangun koordinasi dengan pimpinan pondok pesantren, tokoh agama dan tokoh masyarakat agar mereka dapat menyampaikan kepada masyarakat tentang apa yang semestinya.

“Kami akan koordinasi dengan pimpinan pondok pesantren, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta ormas keagamaan, kebetulan kita punya kegiatan acara FKUB nanti di sana kita akan sampaikan secara langsung kami sampaikan di sana,” terangnya.

Dirinya pun berpesan kepada masyarakat, agar bersama menjaga stabilitas, apalagi di tengah Pandemi Covid-19, tentu terangnya sinergi dan partisipasi semua elemen harus dijalankan.

“Mari kita bersama-sama menjaga kondusifitas, apalagi di tengah Covid-19 ini kita membutuhkan sinergitas bersama. Kami juga berharap kepada semua tokoh agama dan masyarakat mari kita bersama menyampaikan kepada umat untuk tidak terpancing dan ikut-ikutan,” tutupnya. (Cr-Pin).

BERITA TERKAIT